Korban Terdampak Bencana di Provinsi Aceh 1,4 Juta Jiwa, Meninggal Dunia 249 Orang

Daerah terdampak dan pengungsian banjir di Provinsi Aceh. GAMBAR: PINTU.ACEHPROV.GO.ID

Darilaut –  Jumlah korban terdampak bencana alam hidrometeorologi di Provinsi Aceh sebanyak 229.767 kepala keluarga atau 1.452.185 jiwa.

Hingga Selasa (2/12) pukul 20.00 WIB, Posko Terpadu Pemerintah Aceh mencatat wilayah terdampak tersebar di 18 kabupaten dan kota atau 3310 Gampong.

Korban meninggal dunia, menurut data Posko Terpadu Pemerintah Aceh sebanyak 249 orang, sedangkan hilang 227 orang.

Korban yang mengalami luka berat sebanyak 403 orang dan luka ringan 1.435 orang.

Saat ini terdapat 828 titik pengungsian dengan jumlah 157.321 kepala keluarga atau 660.642 jiwa.

Posko Terpadu  mencatat kerusakan fasilitas umum berupa perkantoran sebanyak 138 unit, tempat ibadah 51 unit dan sekolah 201 unit dan pondok pesantren 4 unit.

Data Posko Terpadu mencatat 302 titik kerusakan jalan dan 152 unit jembatan.

⁠Kerusakan harta benda akibat cuaca ekstrem tersebut seperti rumah 77.049 unit, 139.444 ha sawah dan 12.012 ha kebun, serta ternak 182 ekor.

Hingga Selasa ⁠distribusi logistik masuk 8.703 unit atau 51.216 ton dan keluar 6.656 unit atau 28.605 ton. Stock  2.047 unit atau 22.711 ton.

Sejak 24 November 2025, banjir besar dan longsor melanda berbagai wilayah di Sumatra dan mengakibatkan kerusakan luas: rumah hanyut, akses jalan terputus, fasilitas publik lumpuh, serta banyak warga yang dinyatakan hilang dan belum tersentuh bantuan memadai.

Badai tropis (badai siklon atau siklon tropis) Senyar (04B) terbentuk di dekat Langsa atau Aceh Timur, Selat Malaka, pada Rabu (26/11).

Selanjutnya, badai 04B bergerak ke barat menuju daratan Provinsi Aceh dan mendarat di dekat Langsa membawa hujan sangat lebat dan angin kencang.

Exit mobile version