Darilaut – Hasil riset menunjukkan bahwa industri media (situs web perusahaan pers) di Indonesia mengalami fenomena “double subsidy” dan penurunan lalu lintas pengunjung.
Saat ini kemunculan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) tidak lagi menjadi alat bantu semata bagi industri media. Kehadirannya mulai mengubah cara publik mengakses informasi, menggerus lalu lintas kunjungan ke situs berita, sekaligus menimbulkan tantangan baru terhadap keberlanjutan bisnis media di Indonesia.
Hal ini mengemuka dalam peluncuran dua hasil riset yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bekerja sama dengan Monash University Indonesia dan PR2Media di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (20/7).
Kedua penelitian tersebut mengulas dampak AI generatif terhadap model bisnis media sekaligus mengukur kesiapan perusahaan media dalam mengadopsi teknologi tersebut.
Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mengatakan kedua riset tersebut disusun sebagai pijakan bersama untuk memahami perubahan yang sedang berlangsung di industri media.
Menurut Wahyu, hasil penelitian tidak dimaksudkan hanya menjadi pengetahuan internal AMSI, melainkan menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun langkah kolektif menghadapi perkembangan AI.

“Kami ingin informasi ini menjadi pengetahuan kita bersama sehingga percakapan-percakapan ke depan berdasarkan realita yang sama dan memudahkan kita merumuskan langkah-langkah bersama,” kata Wahyu.



