Korban Tewas dan Hilang Banjir di Pulau Siau 19 Orang

BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama tim gabungan melakukan upaya pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak dan pendataan kerusakan akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (5/1) dini hari. FOTO: BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro/BNPB

Darilaut – Korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang menerjang Pulau Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, sebanyak 16 orang.

Selain korban meninggal, hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB, tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Ratusan warga terdampak harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Peristiwa banjir bandang yang menerjang Pulau Siau, terjadi pada Senin (5/1) dini hari. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bencana yang terjadi pada Senin pukul 02.30 Wita berada di empat kecamatan meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Banjir bandang dengan di dua kelurahan dan enam desa tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut yang menyebabkan aliran air sungai meluap secara tiba-tiba.

Data sementara, lima korban meninggal dunia telah diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses.

Selain itu, 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui.

Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan.

Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, unsur TNI/Polri, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta relawan untuk melakukan pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, dan pendataan kerusakan.

Bantuan darurat juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026, sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026. Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif, dengan prioritas pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

BNPB terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Utara.

Exit mobile version