Tinjauan literatur pada riset terdahulu, kata Andre, ditemukan beberapa riset dengan menggunakan analis spasio temporal untuk memahami pola, tren, atau informasi mengenai risiko penyakit dalam perspektif geografis.
“Namun, penelitian terdahulu lebih berfokus pada penyakit terkait air yang ditularkan oleh vektor dan belum meliputi semua klasifikasi penyakit yang disebabkan oleh air,” ujar Andre, pada Webinar PRSDI #4, Rabu (14/5).
Adapun riset ini dilakukan meliputi area Jawa Barat yang dinilai sebagai daerah dengan curah hujan nomor tiga tertinggi di Indonesia, sehingga memiliki dampak besar pada dinamika air permukaan.
Dataset dalam riset ini menggunakan data kesehatan BPJS, data iklim (ERA5 dan GSMAP), dan citra satelit Copernicus.
Menurut Andre, signifikasi riset ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai distribusi geografis penyakit menular terkait air dan korelasinya dengan faktor sosial lingkungan dan perubahan air permukaan.
Informasi ini dapat berguna bagi pemerintah dalam pencegahan dan prediksi penyebaran penyakit menular secara khusus terkait air dengan lebih komprehensif, kata Andre.




