Darilaut – Dalam konferensi tahunan Indonesia SDGs Annual Conference (SDGs Indonesia), Kota Gorontalo masuk 10 besar daerah dengan konsep ekonomi hijau.
Konsep ini berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan kualitas lingkungan.
Kepala Bapppeda Kota Gorontalo Meydi N. Silangen, mengatakan, pembangunan dengan konsep ekonomi hijau menegaskan kegiatan ekonomi yang dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat, tetap tidak meminggirkan tanggung jawab untuk menjaga keselatarian sumber daya alam.
Untuk itu, pemerintah dituntut lebih banyak berinovasi, antara lain, dengan memanfaatkan sebaik-baiknya kegiatan yang bersifat daur ulang.
Barang bekas yang tadinya berpotensi memberi kontribusi bagi kerusakan lingkungan misalnya, harus dapat diolah sehingga justru memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Ke depan konsep pembangunan dengan mewujudkan ekonomi hijau sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan lebih terintegrasi, sehingga hasilnya lebih baik lagi,” ujar Meydi.
Dalam Konferensi Tahunan SDGs Indonesia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah merumuskan enam strategi transformasi ekonomi Indonesia yang dikenal sebagai “game-changers”.
Sebagai salah satu strategi tersebut, termuat peta jalan ekonomi hijau yang didukung oleh kebijakan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.
Langkah ini pula sejalan dengan konsep RPJMD Kota Gorontalo. Dari 422 indikator dalam RPJMD, terdapat 167 indikator di antaranya yang beririsan dengan peta jalan ekonomi hijau.
“Mudah-mudahan di sisa waktu pelaksanaan RPJMD kita, hal-hal yang belum terealisasi terkait pembangunan berkelanjutan bisa kita maksimalkan agar indikatornya bisa tercapai,” kata Meydi.
Menurut Meydi ekonomi hijau dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat untuk melakukan pembatasan sumber daya alam. Pemerintah di daerah harus banyak berinovasi untuk melakukan perubahan, misal daur ulang sampah dan kita bisa belajar dari negara-negara maju yang sukses dengan pola daur ulang sampah menjadi berpenghasilan.
Dalam ajang SDGs Indonesia, dari 457 daerah, Kota Gorontalo masuk 10 besar yang menerima penghargaan dan sukses untuk program berkelanjutan di daerah.
Indonesia’s SDGs Conference merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan pemerintah pusat. Setiap tahun penyelenggaraan event tersebut, Kota Gorontalo selalu masuk nominasi penerima penghargaan bergengsi tersebut.
Tahun ini Indonesia SDGs Annual Conference dengan tema “Mendorong Aksi Nyata Transformasi Ekonomi Hijau untuk Mencapai SDGs“. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta, pada Kamis (1/12).
Wali Kota Gorontalo Marten Taha, mengatakan, penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Gorontalo pada ajang Indonesia’s SDGs Conference, harus dijadikan motivasi dalam berinovasi.
Menurut Marten instansi terkait yang erat kaitannya dengan penanganan lingkungan harus lebih peka, dalam menciptakan peluang ekonomi. Misalnya, Dinas Lingkungan Hidup harus lebih memaksimalkan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang tersebar di Kota Gorontalo.
Karena TPS3R ini tentu menjadi peluang Pemerintah Kota Gorontalo untuk memberdayakan masyarakat, serta meningkatkan pemahaman untuk melakukan pemilahan sampah baik basah dan kering.
“Artinya, dengan cara daur ulang sampah dapat menghasilkan produk inovasi yang bernilai ekonomi,” kata Marten.
