Darilaut – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo secara resmi meluncurkan maskot ”Hiu Paus” yang akan digunakan pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) 27 November 2024.
Kegiatan ini digelar dalam acara “Peluncuran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Gorontalo 2024” bertempat di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Rabu (1/5) malam.
Maskot adalah lambang sakral yang biasa digunakan dalam menyemarakkan suasana acara dalam proses pemilihan. Setelah di bulan April KPU Provinsi Gorontalo mengadakan sayembara desain maskot Pilkada 2024, akhirnya peluncuran desain maskot yang akan digunakan untuk melambangkan prosesi Pilkada Provinsi Gorontalo diumumkan.
Dalam peluncuran itu, maskot yang berhasil lolos melalui tahapan penjurian adalah simbol spesies “Hiu Paus”.
Spesies ikan raksasa, ramah dengan manusia itu, kini menjadi daya tarik pariwisata Gorontalo, akhirnya dijadikan maskot yang merupakan hasil karya putra Gorontalo Awaludin Nur, melalui lomba desain maskot Pilkada Gorontalo 2024.
Ketua KPU Provinsi Gorontalo Fadliyanto Koem, mengatakan, prasyarat utama atau ketentuan dalam sayembara maskot Pilkada Provinsi Gorontalo haruslah ikonik yang dapat menggambarkan atau mencirikan Provinsi Gorontalo.
“Maskot itu diambil oleh tim penilai maskot yang memang bersinggungan dengan hal yang sangat prinsip di daerah kita, potensi maupun filosofis. Jadi kenapa ambil Hiu Paus karena memang itu adalah potensi,” ujar Fadli, saat peluncuran.
”Tapi di titik tertentu yang ada dalam anatomi, Hiu paus itu juga menggambarkan filosofi masyarakat daerah Gorontalo.”
Hiu Paus yang memiliki bentuk tubuh besar dan dua mata kecil serta 5 pasang insang. Ini menggambarkan sejarah kepemimpinan Gorontalo yang terbentuk dari Duluwo Limo LoPohalaa.
Maskot yang diberi ciri khas baju adat Gorontalo yang memakai Payunga Tilabatayila. Baju adat yang digunakan dalam berbagai kegiatan adat yang sakral, termasuk pula pada rangkaian kegiatan seremonial pemerintahan, acara nasional, maupun pada kegiatan promosi kekayaan budaya daerah.
Maskot hiu jantan ini juga di pakaikan bitu’o (Keris) yang di sematkan di pinggang. Secara filosofis dapat dimaknai bahwa laki-laki sebagai pemimpin keluarga, memiliki sikap yang dapat dijadikan teladan, penuh kasih sayang, dan juga sebagai pelindung dan pengayom keluarga.
Warna ungu pada baju adat maskot menggambarkan warna kebangsawanan tertinggi di Gorontalo. Warna ini juga melambangkan keanggunan, kesetiaan, dan kewibawaan. Selain itu, warna ungu adalah ciri khas warna daerah pemerintahan Provinsi Gorontalo.
Pada tangan kanan Maskot terdapat paku coblos, ini menandakan Pilkada memilih pemimpin lewat coblosan paku di surat suara.
Di jari tangan kiri maskot, ada tanda tinta pemilu yang menandakan warga Gorontalo yang telah menunaikan hak pilihnya di TPS.
Terdapat logo KPU di saku kiri maskot, ini menandakan bahwa Pilkada serentak diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
Dalam peluncuran maskot Pilkada Provinsi Gorontalo 2024 itu, Ketua KPU Provinsi Gorontalo kembali mengingatkan untuk menjadikan pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan secara nasional, termasuk pemilihan bupati dan wali kota di enam kabupaten/kota. (Novita J. Kiraman, Sulis Dwi Fadjar Baeda dan Firgitha Desya Padja)
