Krisis Lingkungan dan Kesehatan Manusia dalam Film The Story of Plastic

The Story of Plastic. ISTIMEWA

Darilaut – Dalam dekade terakhir ini, plastik telah menjadi perhatian banyak negara. Puluhan juta orang memberikan perhatian agar tidak lagi membuang sampah plastik sembarangan.

Momen penting yang melibatkan puluhan juta orang digelar setiap tahun, seperti World Cleanup Day (WCD). Tahun 2019, WCD berlangsung pada 21 September.

Namun, bagaimana plastik ini berdampak pada krisis lingkungan dan kesehatan manusia?

Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Amerika Serikat di Jakarta, @america, mengadakan virtual screening sebuah film dokumenter yang berjudul “The Story of Plastic”.

Virtual Screening “The Story of Plastic” diadakan pada Jumat (1/5), pukul 14.30-17.00 14:30-17:00 WIB. Untuk bisa menonton film tersebut dengan melakukan registrasi, kemudian akan memperoleh link dan film dapat diakses.

Film dokumenter ini akan memperlihatkan bagaimana plastik sejak dari proses pembuatan hingga menjadi sampah yang tidak dikelola secara baik, pada akhirnya berdampak pada krisis lingkungan maupun kesehatan manusia.

Film “The Story of Plastic” merupakan film dokumenter yang distrudarai oleh Deia Schlosberg dan diproduseri oleh Stiv Wilson. Film ini memusatkan perhatian pada krisis plastik yang mengkhawatirkan, mulai dari proses pembuatannya sampai pembuangannya.

Film ini mengantar penonton ke 3 benua dan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Belgia, Cina, India, Filipina, dan Indonesia. Kemudian, mengajak penonton berkenalan dengan aktivis-aktivis di negara-negara tersebut yang berjuang melawan polusi plastik.

Dua aktivis Indonesia ikut ditampilkan, yaitu Tiza Mafira dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik dan Prigi Arisandi dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Surabaya.

Film ini juga mengupas manajemen sampah dari perspektif negara maju dan negara berkembang. Pada film tersebut, Indonesia digambarkan sebagai negara yang seringkali disalahkan sebagai negara penyumbang sampah terbesar.

Namun dibalik itu sebenarnya negara maju memiliki kontribusi yang signifikan terhadap sampah tersebut.

Kondisi tersebut menciptakan standar ganda, yang kemudian diangkat oleh film ini secara apik.

Film ini menang Audience Favorite di Mill Valley Film Festival, disebut sebagai Best Documentary of the Year, serta telah mendapatkan endorsement dari selebritis Hollywood seperti Mark Rufallo, Jason Momoa, dan Cara Delevigne.

Setelah screening film sore ini, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan Webinar After Movie bersama narasumber dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor.*

Exit mobile version