Informasi yang diterima Ingrid, suami dan rekan-rekannya telah dipindahkan ke kapal Han Rong pada Juni 2020.
Seorang ABK ada yang masuk rumah sakit di Sri Lanka, kemudian menyampaikan ada rekan-rekannya yang lain sakit dan meninggal. Bahkan ada 2 jenazah di kapal Han Rong 368 di larung di samudera Hindia.
Ingrid menulis surat tersebut tertanggal 30 Juli 2020. Tulisan tangan ini kemudian diperoleh Fisher Center.
Melalui surat tersebut Ingrid mengharapkan Presiden dapat membantu mencari Fauzi bersama ABK Indonesia lainnya.
Pada Kamis (30/7) Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi meminta Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dapat melakukan investigasi menyeluruh atas kasus-kasus yang menimpa anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di kapal ikan berbendera Tiongkok.
Hal ini disampaikan Menlu Retno saat pertemuan bilateral secara virtual dengan Menteri Luar Negeri RRT (State Councilor), Wang Yi. Secara khusus, Menlu RI mengangkat kasus ABK WNI yang bekerja di kapal perikanan RRT.*





Komentar tentang post