Darilaut – Laut memainkan peran penting dalam menjaga keberlangsungan masalah kerawanan pangan. Beberapa peran tersebut, antara lain, produksi pangan, nutrisi, dan aksesibilitas.
Menurut Peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ratih Pangestuti, nutrisi yang terkandung dalam hasil pangan laut sangat penting dalam perkembangan kognitif khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan wanita menyusui.
Angka kekurangan gizi anak di dunia terus meningkat sejak 2019. Kondisi tersebut disebabkan karena angka kerawanan pangan yang konsisten meningkat sejak 2014 dari 8.4 % hingga sekarang 8.9 %.
Bahkan sejak 2018-2019 jumlah orang kelaparan di dunia bertambah menjadi 10 juta orang dan sebagian besar berasal dari Asia.
Untuk mengatasi kelaparan, kekurangan gizi, dan kemiskinan, maka masyarakat dunia mulai melirik makanan laut untuk menjadi solusi.
“Mengapa makanan laut? Karena makanan laut memiliki nilai gizi, mempunyai potensi untuk dilakukan budidaya perikanan, dan dampak lingkungan dari sistem pangan darat dan laut,” kata Ratih, saat kegiatan The 1st International Conference on Food and Agricultural Sciences (ICFAS) 2022, Jumat (25/11).
Ratih mengatakan laut berpotensi memberikan sumber pangan dalam mencukupi kebutuhan masyarakat dunia. Produk pangan laut diharapkan dapat mengurangi kelaparan, kekurangan gizi, serta kemiskinan.
Potensi tersebut akan semakin dibutuhkan seiring dengan bertumbuhnya populasi global dan permintaan pangan.
Menurut Ratih, pangan hasil laut juga menyediakan asam lemak esensial, vitamin, mineral, dan juga nutrisi lain yang tidak ditemukan dalam sumber pangan yang lain.
Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan lautnya. 70% wilayah di Indonesia merupakan lautan, terhubung dengan banyak pulau, garis pantai sepanjang 108.000 kilometer, dan pusat dunia dalam keragaman biodiversitas.
“Laut dan sumber daya laut merupakan inti dari kekayaan Indonesia, yang hadir melalui banyak kegiatan seperti penangkapan ikan, budidaya, makanan, wisata pesisir, konstruksi kelautan, transportasi, dan lain-lain,” ujarnya.
