Kamis, September 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Rantai Dingin untuk Mengatasi Krisis Pangan dan Iklim

redaksi
16 November 2022
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Rantai Dingin untuk Mengatasi Krisis Pangan dan Iklim

Ikan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Rantai dingin makanan (food cold chain) memiliki implikasi serius bagi perubahan iklim dan lingkungan. Emisi dari kehilangan makanan dan limbah karena kurangnya pendinginan berjumlah sekitar 1 gigaton.

Jumlah ini setara karbon dioksida (CO2) pada tahun 2017 – sekitar 2 persen dari total emisi gas rumah kaca global.

Karena itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar semua kalangan berinvestasi dalam rantai dingin makanan yang berkelanjutan. Hal ini untuk mengurangi kelaparan, menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat, serta beradaptasi dengan perubahan iklim

Ketika kerawanan pangan dan pemanasan global meningkat, pemerintah, mitra pembangunan internasional, dan industri harus berinvestasi dalam rantai dingin makanan yang berkelanjutan, kata PBB Sabtu (12/11) dalam Konferensi Perubahan Iklim ke- 27 di Sharm El-Sheikh, Mesir.

Laporan Rantai Dingin Makanan Berkelanjutan yang disampaikan Program Lingkungan PBB (UNEP) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menemukan bahwa rantai dingin makanan sangat penting untuk memenuhi tantangan memberi makan tambahan dua miliar orang pada tahun 2050 dan memanfaatkan ketahanan masyarakat pedesaan, sambil menghindari peningkatan emisi gas rumah kaca.

Laporan ini dikembangkan Cool Coalition yang dipimpin UNEP yang bermitra dengan FAO, Sekretariat Ozon, Program Aksi Ozon UNEP, dan Koalisi Iklim dan Udara Bersih.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Dampak KelaparanEmisi gas rumah kacaFAOKrisis IklimPBBRantai DinginSistem PanganUNEP
Bagikan21Tweet1KirimKirim
Previous Post

Presiden Jokowi: Arsitektur Kesehatan Global Harus Diperkuat

Next Post

Lebih Dari 3 Miliar Orang Tak Mampu Membeli Makanan Sehat

Postingan Terkait

Badai Tropis Jangmi Terbentuk di Laut Filipina, Dekat Yap

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

17 September 2026
Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

17 September 2026

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

Next Post
Lebih Dari 3 Miliar Orang Tak Mampu Membeli Makanan Sehat

Lebih Dari 3 Miliar Orang Tak Mampu Membeli Makanan Sehat

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

AmsiNews

REKOMENDASI

BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa Dahsyat M 7,7 di NTT Berakhir

Spesies Baru Cecak Jarilengkung di Vegetasi Mangrove Pulau Obi

Bayi Orca Inobonto

Sejumlah Ahli Memutakhirkan Dampak Gempa Besar di Jepang

Filipina dan Sejumlah Negara ASEAN Bersiap menghadapi Topan Super Noru

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.