Darilaut – Sepanjang tahun 2026, Januari hingga awal September ini, jumlah letusan Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, tercatat sebanyak 1486 kali.
Pada Sabtu (5/9) siang, gunung api Ibu yang berada di Kecamatan Ibu Utara meletus. Erupsi Ibu terjadi pukul 14:00 WIT.
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia, visual letusan tidak teramati.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 44 detik, kata Pusat Vulkanologi.
Erupsi Ibu terjadi pukul 03.32 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 1825 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 51 detik.
Pada Jumat (4/9) pukul 23.28 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 m di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Pusat Vulkanologi merekomendasikan, pertama, masyarakat di sekitar Gunungapi Ibu dan pengunjung (wisatawan) agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunungapi Ibu.
Kedua, Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
Ketiga, seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Keempat, emerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunungapi Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunungapi Ibu.
