Tahun ini, fokus utamanya adalah keterkaitan antara masalah ini dengan upaya perlindungan hutan serta perwujudan sistem pertanian-pangan yang berkelanjutan.
UNEP juga menyoroti bagaimana tindakan nyata dapat mengurangi kehilangan pangan dengan mendorong langkah-langkah seperti investasi dalam penanganan, penyimpanan, dan transportasi pangan yang lebih baik.
Muratha menekankan pentingnya memperkuat sistem rantai dingin (cold chain) yang berkelanjutan untuk bahan pangan yang mudah rusak.
Sistem penyimpanan yang lebih baik juga dapat membantu petani menghadapi dampak perubahan iklim—seperti kekeringan, banjir, dan masa kelangkaan pangan—sekaligus mengurangi hilangnya bahan pangan bergizi di dunia, di mana saat ini terdapat 2,6 miliar orang yang tidak mampu mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan buah-buahan dan sayuran.
“Itulah sebabnya sangat penting untuk mengambil langkah-langkah ini guna melestarikan, mengonservasi, dan mengurangi kehilangan serta limbah pangan,” ujarnya.
UNEP juga mendukung upaya penyaluran kelebihan pangan yang layak konsumsi kepada mereka yang membutuhkan, seperti anak-anak di tempat penitipan anak di komunitas yang kurang terlayani.



