LLDIKTI Wilayah XVI, Humas Berperan Membangun Reputasi dan Citra Positif

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI menggelar workshop penulisan berita secara luring dan online, pada Selasa (26/3). FOTO-FOTO: FIRGITHA DESYA PADJA

Darilaut – Di era digital saat ini, humas (hubungan masyarakat) menjadi salah satu aspek penting dalam sebuah lembaga yang berperan membangun reputasi dan citra positif.

Untuk itu, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Sekretariat Jenderal – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Wilayah XVI menggelar workshop penulisan berita, yang berlangsung secara luring di Hotel Aston Gorontalo dan online, pada Selasa (26/3).

Selain dihadiri pegawai LLDIKTI Wilayah XVI, sebanyak 81 penanggung jawab humas perguruan tinggi mengikuti workshop tersebut yang tersebar di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah XVI, Irwan Halid, mengatakan, tujuan diadakannya workshop ini untuk meningkatkan pengetahuan semua satuan kerja, baik itu staf LLDIKTI maupun yang menangani kehumasan. Hal ini agar dapat memberikan informasi yang dikemas dalam bentuk berita, “sehingga mampu mengedukasi dan meyakinkan publik terhadap apa yang menjadi kinerja lembaga yang ditanganinya masing-masing,” kata Irwan.

“Ini tentang bagaimana kami semua mendapatkan mindset terbaru tentang perkembangan kehumasan di Indonesia.” ujar Irwan

Humas memiliki peran penting, “saya berharap juga peran humas bisa ikut berkolaborasi dengan tim lainnya,” ujar Irwan.

Dalam perkembangan saat ini, masih ada beberapa perguruan tinggi masih menggunakan paradigma pembuatan berita yang sudah tidak layak dan tidak efektif digunakan di era sekarang.

Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Irwan Halid. FOTO: FIRGITHA DESYA PADJA

Oleh karena itu, kata Irwan, pihaknya berusaha mengedukasi tentang bagaimana model konten pemberitaan.

Dalam workshop ini, LLDIKTI menghadirkan dua narasumber. Pada sesi Selasa pagi nara sumber dari Humas Ditjen Diktiristek – Kemdikbudristek, Dinna Handini.

Dinna membawakan materi  tentang “Peran Strategis Humas Kemendikbudristek”. Menurut Dinna peran humas dalam diseminasi informasi, antara lain, melakukan layanan informasi, monitoring, evaluasi, analisis, dan tindak lanjuti secara berkala.

Kemudian, melakukan survei kepuasan Masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkala.

Fungsi humas, membentuk, meningkatkan, memelihara  citra, dan reputasi positif instansi pemerintah dengan menyediakan informasi tentang kebijakan, program  dan  kegiatan instansi. Menciptakan iklim hubungan internal dan eksternal yang kondusif dan dinamis.

Selanjutnya, menjadi penghubung instansi dengan publiknya. Melaksanakan fungsi manajemen  komunikasi, yang meliputi kegiatan  perencanaan, pelaksanaan, pengendalian,  dan pemberian masukan dalam pengelolaan  informasi.

Nara sumber kedua, pada sesi siang dalam workshop ini Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Gorontalo, Verrianto Madjowa.

Dalam materinya, Verri menjelaskan tentang bagaimana teknik penulisan berita yang menarik, menentukan topik dan judul berita yang menarik, serta cara membedakan media pers dan bukan pers.

”Bagaimana cara membuat lead berita, teknik penulisan naskah berita, hingga bagaimana cara mengelola media,” ujarnya.

Menurut Verri, dasar-dasar pembuatan berita, membuat siaran pers, mengatur konferensi pers, dan lain sebagainya penting dikuasai staf kehumasan dalam suatu lembaga.

”Humas perlu pengetahuan tentang produk-produk jurnalistik karena citra suatu lembaga bertumpu pada humas,” kata Verri.

Verri mengatakan lembaga perlu memiliki humas yang berkualitas, karena humas berfungsi sebagai jembatan informasi bagi publik.

Hal ini selaras dengan penyampaian Fatra DJP Dano Putri dari LLDIKTI Wilayah XVI yang bertindaķ sebagai moderator pada workshop tersebut.

Fatra mengatakan fungsi media pers sebagai penghubung antara lembaga dengan publik. “Ketika lembaga terpapar suatu isu, maka media dan humas dapat beperan sebagai penjaga keharmonisan antara lembaga dengan khalayak,” ujarnya.

Selain memaparkan materi, Verri juga memberikan chalange untuk para pegawai dan humas perguruan tinggi swasta yang hadir untuk menulis berita. Mereka diberikan waktu selama 30 menit dalam menulis berita, kemudian hasil yang dikirimkan dikoreksi bersama-sama dalam forum saat itu juga. (Firgitha Desya Padja dan Dewi Agustina Musa)

Exit mobile version