Menurut Abid, selain mempelajari budaya Gorontalo, mahasiswa tersebut juga memberikan pengenalan budaya dan pembelajaran bahasa dari masing-masing negara melalui literacy development bagi anak-anak sekolah.
Dengan menjadi host dari Cultural Camp ini, kata Abid, UNG dapat mempromosikan diri sebagai institusi pendidikan yang peduli dengan pelestarian budaya dan memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan kebudayaan lokal.
“Cultural Camp akan menjadi salah satu penciri kegiatan internasionalisasi di UNG,” ujarnya.
Program Cultural Camp mengangkat tema “Gorontalo unmasked: A memorable experience awaits”.
Kegiatan ini berkolaborasi bersama Direktorat Kemitraan Global (DKG) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).




