Perkembangan teknologi yang begitu pesat, menurut Ayu, semakin memarginalkan kebudayaan lokal.
Karena itu, melalui kegiatan tersebut, berkolaborasi dengan mahasiswa, Bima Katara, memberikan pelatihan Wungguli lo Me’eraji yang dibalut dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence sebagai bentuk pelestarian tradisi lokal Gorontalo.
“Kegiatan ini sebagai upaya pelestarian budaya lokal Gorontalo yang makin hari tidak diminati generasi muda,” kata Ayu.
Apalagi, kata Ayu, dengan masifnya perkembangan teknologi yang begitu pesat, terkesan memarginalkan kebudayaan lokal.
”Kegiatan ini dilakukan untuk mensosialisasikan pelatihan Me’eraji dengan memanfaatkan teknologi berupa AI,” ujarnya.
Ayu berharap melalui sosialiasi yang memanfaatkan teknologi ini dapat menarik perhatian generasi muda agar lebih peduli pada tradisi lokal.
Rema muda juga diharapkan lebih cakap Information technology (IT) dalam hal-hal yang positif, ujarnya.




