Darilaut – Mangrove bukan hanya melindungi garis pantai dari badai dan erosi, serta sumber mata pencaharian di pesisir.
Ekosistem mangrove merupakan penyerap karbon paling efektif dalam jumlah besar di lumpur dan tanah, daun, cabang, akar, dll.
”Satu hektar mangrove dapat menyimpan 3.754 ton karbon,” tulis UNESCO di Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove atau International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem, yang diperingati tanggal 26 Juli setiap tahunnya.
Jumlah 3.754 ton karbon setara dengan menghilangkan 2.650 mobil dari jalan raya selama satu tahun.
Jika hancur, terdegradasi, atau hilang, mangrove menjadi sumber karbon dioksida.
Para ahli memperkirakan deforestasi mangrove menyebabkan hingga 10% emisi deforestasi global, meskipun mangrove hanya menutupi 0,7% lahan.
Saat ini, Situs Warisan Dunia kelautan UNESCO menampung 9% aset karbon mangrove global.
Mangrove adalah ekosistem pesisir unik yang berfungsi sebagai tempat pembibitan vital bagi kehidupan laut, serta mendukung kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat pesisir.
Pada Hari Mangrove Sedunia (World Mangrove Day), UNESCO kembali mengingatkan mangrove langka di dunia, hanya mencakup kurang dari 1% dari seluruh hutan tropis.
Mangrove adalah ekosistem unik antara daratan dan lautan. Mangrove mendukung keanekaragaman hayati, melindungi masyarakat pesisir, meningkatkan ketahanan pangan, dan bertindak sebagai pertahanan alami terhadap badai dan erosi. Tanahnya juga merupakan penyerap karbon yang kuat.




