Media Digital Ungkap Strategi Bertahan di Era AI di IDC AMSI 2025

FOTO: AMSI

Darilaut – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri media digital di Indonesia. Hal ini mengemuka dalam gelaran Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di The Hub Epicentrum, Jakarta. Tahun ini, IDC mengusung tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital” yang menyoroti pentingnya inovasi dan kedaulatan teknologi di sektor media.

Dalam sesi bertajuk “Revenue Stream Baru Bisnis Media Digital”, lima pemimpin media nasional berbagi strategi untuk bertahan di tengah disrupsi AI, perubahan algoritma, hingga kompetisi ketat dengan kreator konten. CEO Valid News Erik Somba menegaskan, AI tidak akan mematikan jurnalisme, justru mendorong media untuk beradaptasi dan menciptakan sumber pendapatan baru.

“Saya melihat jurnalisme masih kuat,” ujar Erik.

Erik mencontohkan, selain iklan dan langganan, media kini mulai menjajaki model bisnis alternatif. Valid News, misalnya, memperoleh pendapatan tambahan dari layanan konsultasi, sementara Hukum Online mengandalkan subscriber dan konsultasi hukum.

Dari IDN Media, Hana Novitriani, Vice President of Indonesia Creator Economy (ICE), menilai kolaborasi dengan kreator konten bisa menjadi peluang besar. Dengan lebih dari 12 juta kreator aktif di Indonesia, perubahan pola konsumsi media semakin nyata.

“Kini bukan audiens yang mencari konten, tapi konten yang mengejar audiens. Tantangannya adalah bagaimana mendapatkan trust”.

CEO Berita Jatim Dwi Eko Lokononto menekankan pentingnya membangun personal brand awak redaksi untuk meningkatkan kepercayaan publik. Berita Jatim sendiri mengandalkan pendapatan dari kerja sama lokal, event organizer, dan jasa komunikasi, tanpa bergantung pada Google Adsense.

Sementara itu, Galih Wijaya, CEO Serayunews, mengungkapkan AI justru mendorong efisiensi dan pertumbuhan bisnis medianya hingga lebih dari 1.000 persen. Serayunews memanfaatkan AI untuk analisis tren isu lokal, optimalisasi SEO, dan monetisasi data serta konten sponsor.

Dari Tempo Institute, Qaris Tajudin berbagi strategi diversifikasi bisnis melalui pendidikan, data science, hingga program Independent Media Accelerator yang membantu media lokal menemukan model pendapatan baru.

“Konten eksklusif dan orisinal tetap menjadi kekuatan media karena tidak bisa digantikan AI”.

Gelaran IDC AMSI 2025 turut didukung oleh berbagai perusahaan nasional, seperti Sinar Mas Land, PT Astra International Tbk, Djarum Foundation, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.,  PT Pertamina (Persero), PT Harita Nickel, PT AlamTri Resources Indonesia Tbk., PT Telkom Indonesia Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Indofood Sukses Makmur, Mining Industry Indonesia atau MIND ID, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Merdeka Copper Gold Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,  PT Indosat Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (Novita J. Kiraman)

Exit mobile version