Melacak Gelombang Panas Laut Penyebab Pergeseran Lokasi Ikan

Gelombang panas laut mempunyai dampak buruk terhadap ekosistem laut, termasuk pergeseran lokasi ikan, dan tingginya angka kematian spesies yang rentan. FOTO: WMO

Darilaut – Gelombang panas laut dapat menyebabkan pergeseran lokasi ikan dan tingginya angka kematian spesies yang rentan. Sistem Pengamatan Laut Global (Global Ocean Observing System – GOOS) dapat menjadi solusi untuk melacak gelombang panas laut.

GOOS baru saja menerbitkan Report Card (Kartu Laporan) tahunannya mengenai status jaringan observasi dan bagaimana jaringan tersebut memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendesak. Termasuk melacak gelombang panas laut, meningkatkan keselamatan kehidupan di laut, dan melindungi ekosistem lamun.

Meskipun terdapat kemajuan yang berkelanjutan dalam pemantauan dan pemahaman laut secara sistematis, namun ada kejadian-kejadian yang berdampak besar seperti siklon tropis, gelombang panas laut, dan cuaca laut yang ekstrem. Ini berarti adanya kebutuhan akan layanan laut semakin meluas.

Dalam siaran pers World Meteorological Organization (27/10), Report Card Sistem Pengamatan Laut menguraikan dalam satu bab khusus mengenai gelombang panas laut. Seringkali meluas jauh di bawah permukaan laut, gelombang panas laut mempunyai dampak buruk terhadap ekosistem laut, termasuk pergeseran lokasi ikan, dan tingginya angka kematian spesies yang rentan.

Hal ini juga mempengaruhi kejadian ekstrem lainnya di darat, seperti kekeringan dan gelombang panas, serta peningkatan pesat siklon tropis.

Report Card menjelaskan bahwa karena perubahan iklim, gelombang panas laut menjadi lebih sering terjadi, lebih intens, dan berlangsung lebih lama.

“Hal ini kini terjadi di seluruh wilayah perairan laut, sehingga membahayakan ekosistem dan komunitas laut,” kata Report Card.

Pada tahun 2022, meskipun terjadi La Nina — sebuah fenomena iklim yang ditandai dengan suhu rata-rata permukaan laut global yang lebih dingin dari biasanya — terdapat 58% permukaan laut mengalami setidaknya satu kali gelombang panas laut.

Perkembangan El Nino, dengan suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya di Pasifik, kemungkinan besar akan membawa gelombang panas laut yang lebih hebat lagi pada tahun 2023-2024. Hal ini dibuktikan dengan gelombang panas Atlantik timur laut pada Juni 2023.

Kini ada berbagai program internasional seperti GOOS, Program Penelitian Iklim Dunia, dan Sistem Pengamatan Iklim Global. Program ini bekerja secara sinergi untuk mengembangkan serangkaian pengamatan yang komprehensif, mengintegrasikan pengamatan satelit dan pengamatan di lapangan untuk mengatasi dampak gelombang panas laut.

Hal ini melibatkan kerja sama dengan pemangku kepentingan nasional dan internasional, seperti pengelola ekosistem laut dan perikanan.

Menurut Manajer OceanOPS, Mathieu Belbeoch, dalam menghadapi perubahan iklim, komunitas global harus bekerja sama untuk meningkatkan cakupan, kualitas, dan sifat multidisiplin sistem observasi untuk memenuhi layanan prakiraan penting dan kebutuhan masyarakat.

OceanOPS, kata Mathieu, dapat membantu mewujudkan koneksi ini, melalui hub internasional yang menyediakan layanan penting dalam memantau, mengintegrasikan, dan mendukung operasi dan aliran data jaringan GOOS.

Pengamatan Laut Global

Sistem Pengamatan Laut Global menyatukan program pengamatan laut internasional, regional dan nasional, pemerintah, badan-badan PBB, organisasi penelitian dan ilmuwan individu untuk memantau perubahan lautan melalui ‘mata’ ribuan platform pengamatan laut.

Platform ini berkisar dari pelampung profil otonom dan pesawat layang bawah air, pelampung tetap dan pelampung yang melayang, hingga kapal komersial dan penelitian, dan bahkan mamalia laut.

Jaringan ini telah pulih dari dampak Covid -19 pada operasional observasi. Ada juga kemajuan signifikan dalam teknologi, instrumen otonom, pendekatan multidisiplin, dan kolaborasi internasional, kata Report Card.

Ini menunjukkan pencapaian dan tantangan dalam terus mengintegrasikan pengamatan fisik, biogeokimia dan biologi.

Ada peningkatan investasi pada sensor biogeokimia dan kendaraan pengapung Argo yang otonom, dan peningkatan komponen sistem yang baru seperti kabel pintar dan Kendaraan Permukaan Tak Berawak terus berkembang, sebagian karena kolaborasi yang kuat dengan mitra sektor swasta.

Exit mobile version