Hasilnya adalah pergeseran dari:
• Produksi data menuju integrasi data
• Pengamatan global menuju penerapan nasional
• Hasil ilmiah menuju perangkat pendukung keputusan.
Proyek percontohan di Maladewa ini akan menggambarkan potensi peluang baru yang dapat terbuka melalui kolaborasi antara GCOS, GEO, dan WMO.
1. Data menjadi dapat saling beroperasi (interoperable). Variabel iklim yang ditetapkan di tingkat global dapat dihubungkan secara langsung dengan indikator ekosistem di tingkat nasional.
2. Informasi menjadi dapat dimanfaatkan. Alih-alih menggunakan kumpulan data yang terpisah-pisah, para pengambil keputusan memperoleh wawasan terintegrasi mengenai kesehatan dan kerentanan ekosistem.
3.Layanan menjadi relevan. Informasi iklim diterjemahkan menjadi perangkat yang mendukung tindakan nyata, mulai dari pengelolaan ekosistem hingga perencanaan adaptasi.
4. Model menjadi dapat diterapkan di tempat lain (transferable). Metodologi yang dikembangkan di Maladewa dirancang agar dapat disesuaikan untuk Negara-Negara Berkembang Pulau Kecil (Small Island Developing States) lainnya yang menghadapi tantangan serupa.
iClimateAction adalah proyek Horizon Europe yang mempertemukan GEO, WMO, dan GCOS untuk memperkuat rantai data Variabel Iklim Esensial, mulai dari ranah sains hingga layanan.



