Sebagaimana dicatat oleh salah satu peneliti yang terlibat dalam inisiatif Global Ecosystems Atlas Accelerator di Maladewa, tujuannya untuk “menjembatani data dan kenyataan” dengan memadukan sistem pengamatan global dan pengetahuan lokal guna menghasilkan peta yang dapat diandalkan oleh para pengambil keputusan.
Hasil pemetaan kini berada dalam tahap iterasi akhir, dengan tinjauan teknis dan validasi yang terus berlangsung antara James Cook University (JCU), Allen Institute for AI (Ai2), serta Kementerian Pariwisata dan Lingkungan Hidup Maladewa.
Pengamatan Iklim Global
Misi lapangan ini tidak menghasilkan data baru secara terpisah. Data tersebut kini digunakan untuk memperkuat dan menyempurnakan versi awal peta ekosistem nasional Maladewa. Nilai tambah lainnya terletak pada kemampuannya memperkuat keseluruhan rantai nilai data iklim.
Melalui WP3, hasil peta yang telah divalidasi akan dihubungkan secara langsung dengan Variabel Iklim Esensial, guna memastikan konsistensi dengan standar pengamatan global yang ditetapkan oleh GCOS.
Kerangka kerja WMO mendukung integrasi informasi ini ke dalam layanan iklim, sehingga memungkinkan pemanfaatannya dalam penilaian risiko dan perencanaan adaptasi.
GEO menyediakan platform koordinasi untuk memastikan bahwa data, metodologi, dan perangkat dapat diakses serta selaras di antara berbagai pemangku kepentingan.



