Mendebarkan, Pengayuh Kayak Dikelilingi 3 Paus Pembunuh di Perairan Sakhalin

3 paus pembunuh mendekat pengayuh kayak, salah satunya mengangkat kepala didekat kayak merah. Potongan Video Dailymail.co.uk

Darilaut – Dua pengayuh kayak di perairan Sakhalin, sebelah utara Samudra Pasifik yang termasuk wilayah Rusia, sempat mengalami peristiwa yang menakutkan. Mereka dikelilingi 3 paus pembunuh (Killer whales).

Melalui rekaman video yang ada, seperti dilansir Dailymail.co.uk (16/5), saat-saat yang mendebarkan terjadi ketika 3 paus pembunuh mendekat. Jaraknya sekitar setengah mil ke laut lepas, di Cape Mramorniy, di Sakhalin –sebuah pulau yang hampir sebesar Skotlandia.

Mereka berhenti mendayung kayak (perahu kecil) ketika melihat tiga paus pembunuh. Semakin dekat, paus pembunuh menuju ke arah mereka.

Seekor paus pembunuh mendekat, didekat kayak. Lebih kurang 40 detik, paus pembunuh ini membuat mereka terguncang.

Tiba-tiba salah satu paus pembunuh mengangkat kepalanya di atas air dan meluncur ke arah lelaki dengan kayak merah.

Ada yang berteriak. Paus pembunuh kemudian berputar di bawah kayak selama beberapa detik sebelum pergi meninggalkan mereka.

Alexandr Yemchenko, salah satu pria di video itu, mengatakan, “Paus pembunuh, teman, ini adalah paus pembunuh sejati.”

Panjang paus pembunuh mencapai delapan meter, dengan berat sekitar 5.500 kilo gram.

Ada sekitar 50.000 paus pembunuh (Orcinus orca) di seluruh dunia. Paus pembunuh ini paling banyak ditemukan di Pasifik Barat Laut – di tempat kejadian – juga di sepanjang pantai utara Norwegia dan di garis lintang yang lebih tinggi.

Meski menyandang nama sebagai paus pembunuh, tidak ada serangan fatal terhadap manusia di alam liar, seperti di lautan. Insiden kematian akibat paus pembunuh yang pernah tercatat hanya di penangkaran.

Seperti paus pembunuh dengan nama Tilikum, yang menghabiskan sebagian besar hidupnya tampil di Sea World Orlando. Dua pelatih Tilikum meninggal dunia.

Paus pembunuh ini menjadi fokus film dokumenter Blackfish yang ditayangkan CNN. Paus pembunuh yang ada di penangkaran dapat menjadi agresif secara tidak wajar karena kerusakan psikologis. Dua pelatih meninggal karena Tilikum.*

Sumber: Dailymail.co.uk

Exit mobile version