Mendiktisaintek Bersama Majelis Rektor Bahas Kasus Kecurangan UTBK

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulianto dan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok, di Gorontalo, pada Minggu (4/5). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sepekan terakhir, kasus-kasus kecurangan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) mencuat ke permukaan.

Di sela-sela kunjungan kerja di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) membahas soal kecurangan pelaksanaan UTBK tersebut. 

“UTBK merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru yang menjadi tugas Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia lewat SNPMB,” kata Ketua MRPTNI yang juga Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, pada Minggu (4/5).

Sebagaimana diketahui, panitia SNPMB dibentuk oleh Mendiktisaintek bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia untuk mempersiapkan dan melaksanakan tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dengan prinsip yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Eduart, Majelis Rektor dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus melihat dinamika yang terjadi dan respon seperti apa yang akan diperbaiki, serta disempurnakan ke depan.

Hal ini dilakukan “agar seleksi ini menjadi seleksi yang berintegritas, jujur dan fairness,” ujar Eduart.

Namun, yang jauh lebih penting, kata Eduart, sebenarnya kita membangkitkan kesadaran peserta agar mengikuti cara-cara ujian yang jujur dan fair.

”Selama masih ada yang curang, maka daya dan upaya untuk (melakukan) kecurangan akan terus meningkat. Kecanggihannya dari tahun ke tahun,” kata Eduart yang juga Rektor UNG.

”…Sebenarnya yang paling penting dari semua itu adalah kesadaran untuk mengikuti UTBK dengan jujur dan berintegritas.”

Setelah pelaksanaan UTBK-SNBT, panitia akan melakukan rapat evaluasi menyeluruh dari sesi 1 sampai 23, ”dinamika apa yang terjadi, kemudian langkah apa yang akan kita ambil,” ujarnya. 

Selama dua hari di Gorontalo Menteri Brian meresmikan fasilitas pendidikan gedung Laboratorium Terpadu Kemaritiman UNG, serta bertemu dan silaturahmi bersama civitas academica UNG.

Selain itu, menteri Brian melepas dan ikut dalam kegiatan UNG Half Marathon 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional dan Dies Natalis UNG ke-32. 

Hadir bersama menteri Brian di Gorontalo, 20 rektor Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. (VM)

Exit mobile version