“Indonesia sangat mendorong kerangka kerja sama dan kemitraan yang mencakup seluruh kalangan stakeholders, termasuk negara berkembang, yang memiliki latar belakang, pandangan, dan kemampuan yang sama,” kata Laksmi Dhewanthi.
“Dari pengalaman dan pengamatan kami, kolaborasi yang kuat dan kokoh yang didasarkan pada rasa saling menghormati, saling percaya dan saling memberikan manfaat, adalah persyaratan utama untuk membangun dunia pasca pandemi yang tangguh dan inklusif.”
Dirjen Laksmi yang juga merupakan Ketua Delegasi Indonesia mengatakan, atas alasan itu, Indonesia merupakan proponent utama dalam kerangka Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular, sebagaimana tercermin dalam Deklarasi Politik ini dan Strategi Jangka Menengah UNEP periode 2022-2025.
Terkait UNEP, tahun 2022 merupakan tonggak bersejarah bagi komunitas lingkungan global dan UNEP.
Tahun ini menandai 50 tahun pelaksanaan Konferensi PBB tahun 1972 tentang Lingkungan Manusia, pertemuan internasional pertama tentang isu lingkungan.
Pertemuan tahun 1972 yang juga disebut sebagai Konferensi Stockholm telah mendorong pembentukan kementerian dan lembaga lingkungan di seluruh dunia hingga pembentukan UNEP.
Selama 50 tahun UNEP telah mengoordinasikan upaya di seluruh dunia untuk menghadapi tantangan lingkungan global.





Komentar tentang post