Titania Aminullah, mengatakan, alasan utama nelayan menggunakan bom atau bahan beracun dalam kegiatan menangkap ikan untuk meningkatkan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Penjelasan Titania mengenai kesejahteraan nelayan sejalan dengan temuan dalam jurnal penelitian yang dilakukan peneliti LIPI (sekarang BRIN) Deshinta Vibriyanti yang dipublikasikan pada 2019.
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan sangat bergantung pada hasil tangkapan, karena besarnya tangkapan secara langsung memengaruhi pendapatan yang mereka peroleh untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dengan demikian aktivitas destructive fishing seperti penggunaan bom sudah seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Bukan hanya fokus pada penegakan hukum tetapi juga mengentaskan kemiskinan struktural.
Perlu terobosan baru sebagai upaya meningkatkan dan mendorong pendapatan nelayan kecil di tengah keterbatasan yang mereka rasakan. Selain itu, penguatan di bidang pendidikan berbasis kearifan lokal juga sangat dibutuhkan sebagai upaya memberikan penyadartahuan kepada anak-anak sekolah dalam pelestarian ekosistem laut. (Wa Ode Saritilawa)




