Darilaut – Untuk mendukung upaya pemerintah dalam percepatan menurunkan angka stunting, Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan PT Kimia Farma Tbk menginisiasi program Bidan Inspiratif Untuk Negeri.
Kolaborasi ini tercetus dari kesamaan fokus program antara Dompet Dhuafa dan PT Kimia Farma Tbk dalam upaya penurunan stunting melalui intervensi berbasis inovasi program dan pemberdayaan bidan di lokus-lokus stunting.
Hingga saat ini, gizi pada bayi usia di bawah lima tahun (Balita) masih menjadi masalah kesehatan yang tergolong tinggi di Indonesia. Salah satunya masalah stunting.
Stunting adalah kondisi di mana tinggi anak di bawah standar menurut usia anak. Stunting ini merupakan salah satu indikator gagal tumbuh pada Balita akibat kekurangan asupan gizi kronis pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yakni dari anak masih dalam bentuk janin hingga berusia 23 bulan.
Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia Kementerian Kesehatan, prevalensi Balita stunting sebesar 24,4% pada 2021.
Data tersebut menggambarkan, hampir seperempat Balita di Indonesia mengalami stunting pada tahun lalu. Pemerintah menargetkan stunting di Indonesia turun menjadi hanya 14% pada 2024.
Dompet Dhuafa bersama PT Kimia Farma Tbk melangsungkan kick off dan webinar Program Bidan Inspiratif Untuk Negeri pada hari Sabtu (23/7) di Kimia Farma Corporate University, Jakarta Timur.
Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan diperingatinya Hari Anak Nasional. Dalam pedoman Hari Anak Nasional 2022, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menyebutkan bahwa tema Hari Anak Nasional tahun ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju.”
Hal ini sejalan dengan penyelenggaraan kick off dan webinar yang digelar hari ini untuk mendukung kesehatan anak sesuai dengan tema yang diangkat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Dalam acara kick off dan webinar tersebut sejumlah narasumber di antaranya Ketua Dewan Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Rahmad Riyadi, Direktur Sumber Daya Manusia PT Kimia Farma Tbk Dharma Syahputra yang menjabat sebagai, Direktur Bina Kualitas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Martin Suanta.
Kemudian Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI dr. Imran Agus Nurasli dan Ketua Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Nunik Endang Sunarsih.
Dharma Syahputra mengatakan semoga dengan adanya program Bidan Inspiratif ini dapat menekan laju stunting di Indonesia. Diharapkan dengan kolaborasi bersama berbagai elemen khususnya Dompet Dhuafa, dapat efektif dalam perencanaan dan pengembangan program ini.
Pada tahun 2020 PT Kimia Farma Tbk menginiasiasi program Bidan Inspiratif, sejalan dengan itu Dompet Dhuafa di tahun 2021 meluncurkan program Bidan Untuk Negeri di empat wilayah pelosok di provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara barat, Aceh dan Sulawesi Selatan.
Menurut Rahmad Riyadi kerjasama Dompet Dhuafa dengan Kimia Farma diharapkan dapat mendorong semangat bidan inspiratif dalam memberikan layanan kesehatan khususnya dalam mengatasi stunting di wilayah pelosok Indonesia.
“Tidak hanya itu, kerjasama ini dapat memperkuat pondasi bagi para bidan inspiratif dalam mengemban tugasnya,” katanya.
Melalui program kolaborasi ini akan memberikan dukungan kepada bidan dari seluruh Indonesia untuk mewujudkan ide-ide cemerlang idealisme pengabdian kepada masyarakat terutama dalam menjaga 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Bentuk dukungan PT Kimia Farma Tbk untuk bidan terpilih dapat mengikuti pelatihan, pembiayaan dan memiliki kesempatan menjadi pemenang penghargaan The Most Inspiring Midwife dari PT Kimia Farma Tbk di akhir proyek.
Untuk program Bidan Inspiratif Untuk Negeri akan digelar di 13 Provinsi se-Indonesia. Lokasi yang ditentukan merupakan wilayah kerja Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa yang dipilih berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan, BKKBN, Ikatan Bidan Indonesia dan stakeholder setempat.
Bidan Inspiratif mengutamakan inovasi program penjagaan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, serta program yang memiliki dampak besar. Terutama di wilayah terpencil dengan permasalahan kesehatan ibu dan anak yang cukup tinggi.
Para bidan juga dapat mengikuti ajang kompetisi peserta Program Bidan Inspiratif tersebut, setelah menjalankan program selama minimal 1 tahun.
Citra, salah satu bidang di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan bagi kami sungguh kebanggaan tersendiri atas partisipasi dalam mendorong bidan inspiratif di seluruh Indonesia, berkat kerjasama Dompet Dhuafa dengan Kimia Farma.
“Bukan hal yang mudah dalam memberantas stunting di wilayah pelosok Indonesia. Harus ada sinergi dan keterlibatan secara aktif dari semua elemen masyarakat. Fasilitas maupun sarana penunjang di wilayah pelosok Indonesia cukup berperan penting dalam pencegahan stunting,” ujar Citra.
