Kawasan ini dianggap sebagai “Tanah Suci”, dengan bukti arkeologis yang menunjukkan keberadaan manusia sejak lebih dari 20.000 tahun yang lalu. Wilayah ini pernah menjadi ibu kota bagi berbagai dinasti feodal dan kemudian menjadi pusat kegiatan revolusioner dalam sejarah modern Vietnam.
Warisan geologi dan keanekaragaman hayati di kawasan ini telah memberikan pengaruh kuat terhadap budaya lokal, membentuk kuliner tradisional, busana, ritual, serta kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Kerajinan pembuatan kertas tradisional masyarakat Nung An di Dusun Dia Tren mengubah kulit kayu May Sla menjadi kertas ritual dengan menggunakan teknik kuno yang diwariskan secara turun-temurun.
Identitas budaya dan warisan alam berpadu membentuk landasan bagi pariwisata berkelanjutan, di mana masyarakat setempat menawarkan pengalaman bermakna bagi para pengunjung untuk menyelami sejarah alam sekaligus tradisi yang masih terus hidup.



