PERINGATAN Coral Triangle Day (Hari Segitiga Karang) dan World Sea Turtle Day (Hari Penyu Dunia) 2019 berlangsung meriah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Lebaran Topat pada Rabu (12/6) di Pantai Peneluran Penyu Mapak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan dua ekor tukik hasil penangkaran Kelompok Pelestari Penyu Mapak (KP2M).
Pelepasan secara simbolis ini dilakukan Walikota Mataram TGH Ahyar Abduh di pantai Loang Baloq, tidak jauh dari Pantai Mapak. Walikota bertekad secara bersama untuk mulai program pelestarian penyu di Mapak.
Kegiatan selanjutnya dilangsungkan di Pantai Mapak. Di lokasi ini diadakan lomba mewarnai gambar biota yang dilindungi – yakni Penyu.
Tercatat lebih dari 40 peserta mewarnai yang mengikuti lomba, mulai dari anak usia TK hingga mahasiswa. Sebagai juara dipilih tiga peserta terbaik dengan pewarnaan yang paling bagus menurut dewan yuri dari Universitas Mataram. Hadiah berupa uang tunai bantuan pendidikan konservasi diberikan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara.
Dalam waktu bersamaan, tim penyelam dari Kelompok Penyelam (Kapela) NTB melakukan pembersihan sampah di bawah air (underwater clean-up) di perairan depan Pantai Mapak.
Hasilnya, terkumpul sejumlah sampah yang ada disela-sela karang.
Sebagian besar orang tidak menyangka bahwa terdapat gugusan terumbu karang di depan Pantai Mapak. Lokasi ini cukup panjang dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan pelestarian penyu dan terumbu karang di Kota Mataram.
Setelah lomba kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan peringatan CT-Day dan Hari Penyu Dunia oleh perwakilan dari Balai Pengelolaan sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.
Tema sentral peringatan ini adalah ajakan kepada seluruh masyarakat untuk peduli dan beraksi menjaga kelestarian terumbu karang dan biota laut penyu.*
