Salah satu titik terdeteksi dengan tingkat pencemaran tertinggi, hal ini disebabkan oleh kedekatannya dengan sumber limbah atau aktivitas manusia. Sebaliknya, titik yang lebih jauh dari sumber pencemaran menunjukkan konsentrasi mikroplastik yang lebih rendah.
Tahun 2023, Devita Mega Argiandini dari Universitas Trunojoyo Madura, melakukan penelitian ”Identikasi Kelimpahan Mikroplastik di Sekitar Perairan Provins iGorontalo.” Penelitian ini diterbitkan Environmental Pollution Journal (ecotonjournal.id) Volume 3 Nomor 1 Maret 2023.
Hasil identifikasi mikroplastik di beberapa stasiun pengamatan yang berbeda-beda menunjukkan bahwa titik lokasi perairan Gorontalo terkontaminasi mikroplastik. Kelimpahan mikroplastik pada perairan Gorontalo stasiun pertama dengan titik lokasi di Talumolo menemukan jumlah total mikroplastik sebanyak 0,38 partikel/liter dengan jenis mikroplastik yang berbeda-beda.
Titik lokasi kedua di Jembatan Talumolo total jumlah kelimpahan mikroplastik yang ditemukan pada titik ini sebanyak 0,52 partikel/liter.
Stasiun pengamatan di titik lokasi Paguyaman kelimpahan mikroplastik sebanyak 0,02 partikel/liter. Stasiun pengamatan di titik lokasi di Marisa kelimpahan mikroplastik sebanyak 0,15.
Peneliti mengatakan bahwa kelimpahan mikroplastik di Gorontalo dipengaruhi banyaknya aktivitas manusia dan sampah plastik. Masalah ini tidak akan selesai dan cara agar bisa mengatasi masalah ini yaitu hanya mengurangi sampah plastik.




