Mikroplastik di Tubuh Ikan dan Sekitar Kita, Riset di Perairan Gorontalo dan Teluk Tomini

Diolah berdasarkan Kumaji et al (2026), Peristiwady (2006), Fishbase.se, lib.ui.ac.id dan Reefguide.org. GAMBAR: DARILAUT.ID

Darilaut – Enam tahun terakhir penelitian plastik berukuran mikro telah menjadi perhatian di area Gorontalo dan Teluk Tomini. Mikroplastik yang berukuran kurang dari lima milimeter itu ada di tubuh ikan dan sekitar kita.

Penelitian terbaru mikroplastik di lingkungan perairan baru saja dipublikasi di Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries, edisi Januari 2026.

Penelitian ini berlokasi di Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Teluk Tomini. Hasil penelitian ini mengonfirmasi keberadaan mikroplastik yang meluas di semua sampel ikan yang dikumpulkan di Torosiaje.

Hasil riset ini dilakukan oleh Syam S. Kumaji, Dewi Wahyuni K. Baderan, Hasim, Zuliyanto Zakaria, Djuna Lamondo, dan Femy Mahmud Sahami dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Puluhan jenis ikan yang diteliti tersebut masing-masing: Mugil cephalusLutzanus ehrenbergii, Craterognathus plagiotaenia (Sinonim: Carangoides plagiotaenia, Red), Epinephelus faveatus, Scolopsis sp., Scarus cf.globiceps, Lethrinus sp, Lutjanus Lutjanus, Parupeneus barberinus, Lethrinus rubrioperculatus, Siganus guttatus, dan Caesio cuning.

Pada 2019, program studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (sekarang Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan – FKTP) meneliti”Komposisi dan Karakteristik Mikroplastik di Sekitar Wilayah Perairan Kota Gorontalo”.

Penelitian yang dilakukan Miftahul Khair Kadim dan Agus Asumbo tersebut mengambil beberapa sampel di lima stasiun pengamatan.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ditemukan adanya mikroplastik di semua stasiun pengamatan dengan rata-rata kepadatan mikroplastik sebesar 46,6 partikel/193,3 cm3. Berdasarkan karakterisitik warna, mikroplastik yang paling dominan ditemukan adalah warna transparan, warna lain juga ditemukan yaitu mikroplastik dengan berwarna biru, merah, hitam, hijau, kuning coklat dan ungu.

”Identifikasi Kandungan Mikroplastik Pada Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) di Pelelangan Ikan Kota Gorontalo” pada 2021-2022 dilakukan Yusril Rahmanto Bau dari program studi Kesehatan Masyarakat UNG.

Lima ekor sampel ikan cakalang di Pelelangan Ikan Kota Gorontalo diperiksa kandungan mikroplastik. Dari lima sampel daging ikan cakalang memperoleh hasil sebanyak 3 sampel ikan cakalang yang mengandung mikroplastik.

Ilustrasi mikroplastik. FOTO: NOIR PRIMADONA PURBA

Mikroplastik yang terkandung dalam ikan cakalang semua berjenis mikroplastik fiber. Terdapat kelimpahan mikroplastik yang berbeda-beda dalam tiga ikan yang mengandung mikroplastik tersebut.

Mikroplastik ini diduga berasal dari alat tangkap ikan oleh nelayan, limbah rumah tangga, dan sampah plastik yang berakhir dilautan, menurut hasil penelitian tersebut.

Peneliti UNG berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneliti ”Karakteristik Fisika Mikroplastik pada Air dan Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) di Danau Limboto”.

Hasil penelitian yang dipublikasi di BIOCHEPHY: Journal of Science Education, pada 2025, menyimpulkan bahwa mikroplastik pada air di danau Limboto berbentuk berjenis fiber, fragmen dan pellet. Mikroplastik pada sistem pencernaan ikan mujair berbentuk fiber dan pellet.

Danau Limboto di Provinsi Gorontalo. FOTO: DARILAUT.ID

Warna mikroplastik pada sistem pencernaan ikan mujair berwarna hitam, biru, kuning, hijau dan merah. Warna mikroplastik yang ditemukan pada air berwarna hitam, cokelat, putih, biru dan kuning, hijau dan merah

Peneliti UNG masing-masing Sri Yanti N. Ismail, Mohamad Jahja, A Indra Wulan Sari Ramadani, Idawati Supu, Asri Arbie, Septiana Kurniasari, dan dari BRIN Nurfitri Abdul Gafur.

Selanjutnya, Muhamad Tri Rezki Basalama, Wiwin Rewini Kunusa dan Nita Suleman dari program studi Kimia UNG melakukan ”Analisis Keberadaan Mikroplastik Pada Air dan Sedimen di Danau Limboto”.  Penelitian ini diterbitkan Jambura Journal of Chemistry tahun 2025.

Di Danau Limboto, dari hasil studi tersebut,  terdapat 3 mikroplastik yang terdapat pada air dan sedimen yaitu jenis fiber, film dan fragment. Total kelimpahan mikroplastik di air dan sedimen Danau Limboto dari empat titik pengambilan sampel menunjukkan variasi pencemaran mikroplastik disetiap lokasi.

Salah satu titik terdeteksi dengan tingkat pencemaran tertinggi, hal ini disebabkan oleh kedekatannya dengan sumber limbah atau aktivitas manusia. Sebaliknya, titik yang lebih jauh dari sumber pencemaran menunjukkan konsentrasi mikroplastik yang lebih rendah.

Tahun 2023, Devita Mega Argiandini dari Universitas Trunojoyo Madura, melakukan penelitian ”Identikasi Kelimpahan Mikroplastik di Sekitar Perairan Provins iGorontalo.” Penelitian ini diterbitkan Environmental Pollution Journal (ecotonjournal.id) Volume 3 Nomor 1 Maret 2023.

Hasil identifikasi mikroplastik di beberapa stasiun pengamatan yang berbeda-beda menunjukkan bahwa titik lokasi perairan Gorontalo terkontaminasi mikroplastik. Kelimpahan mikroplastik pada perairan Gorontalo stasiun pertama dengan titik lokasi di Talumolo menemukan jumlah total mikroplastik sebanyak 0,38 partikel/liter dengan jenis mikroplastik yang berbeda-beda.

Titik lokasi kedua di Jembatan Talumolo total jumlah kelimpahan mikroplastik yang ditemukan pada titik ini sebanyak 0,52 partikel/liter.

Stasiun pengamatan di titik lokasi Paguyaman kelimpahan mikroplastik sebanyak 0,02 partikel/liter. Stasiun pengamatan di titik lokasi  di Marisa kelimpahan mikroplastik sebanyak 0,15.

Peneliti mengatakan bahwa kelimpahan mikroplastik di Gorontalo dipengaruhi banyaknya aktivitas manusia dan sampah plastik. Masalah ini tidak akan selesai dan cara agar bisa mengatasi masalah ini yaitu hanya mengurangi sampah plastik.

Untuk mengetahui jenis dan kelimpahan mikroplastik serta hubungannya dengan parameter fisikokimia air telah diteliti di Sungai Biyonga, Kabupaten Gorontalo.

Penelitian dengan judul ”Analisis Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik dalam Hubungannya dengan Fisikokimia Air sebagai Parameter Kualitas Perairan di Sungai Biyonga Kabupaten Gorontalo” dilakukan oleh Galang Anugerah P. Lamatu, tahun 2023.

Pengambilan sampel di perairan dilakukan pada empat lokasi dengan aktivitas manusia yang berbeda, yaitu bagian hulu, saluran irigasi, tengah, dan hilir. Hasil analisis menunjukkan jenis berdasarkan bentuk mikroplastik ditemukan jenis fiber, film dan fragment.

Ilustrasi mikroplastik. FOTO: NOIR PRIMADONA PURBA

Jenis mikroplastik berdasarkan jenis polimer yang diduga terdapat pada perairan yaitu polivinil klorida, poliamida, dan polietilen.

”Analisis Kandungan Mikroplastik pada Ikan Kembung Rastrelliger sp di Perairan Pantai Tilamuta Kabupaten Boalemo” dilakukan Aldi Setiawan Hambali dari Jurusan Kesehatan Masyarakat UNG, tahun 2023.

Jenis penelitian adalah uji laboratorium dengan menganalisis kandungan mikroplastik, sebanyak delapan ekor ikan kembung yang dikumpulkan dari masing-masing pedagang di pelelangan ikan Kecamatan Tilamuta. Setiap pedagang satu sampel ikan, dan diidentifikasi kandungan mikroplastik di Laboratorium Produktivitas & Kualitas Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Univeritas Hasanuddin.

Hasil Pemeriksaan kandungan mikroplastik pada delapan sampel tubuh ikan kembung memperoleh hasil enam sampel ikan yang mengandung mikroplastik di dalam tubuh ikan (usus), mikroplastik yang terkandung dalam ikan kembung semua berjenis mikroplastik fiber.

Mikroplastik ini diduga berasal dari alat tangkap oleh para nelayan, limbah rumah tangga, dan sampah plastik yang mengapung diatas permukaan pantai.

Peneliti lainnya menganalisi kandungan mikroplastik pada ikan cakalang dan ikan oci (kembung) di Pelelangan Ikan Kota Gorontalo. Hasil pemeriksaan kandungan mikroplastik pada sembilan sampel daging ikan cakalang dan ikan oci, sebanyak lima sampel mengandung mikroplastik. Mikroplastik yang terkandung dalam ikan cakalang dan ikan oci semua berjenis mikroplastik fiber.

Untuk meminimalisir sampah plastik yang ada di Kota Gorontalo melalui pembersihan tepi pantai atau kawasan pesisir perairan Kota Gorontalo, dan bagi masyarakat mengganti penggunaan barang yang berbahan dasar plastik sekali pakai dengan barang yang ramah lingkungan agar mikroplastik di perairan Kota Gorontalo tidak semakin banyak.

Beberapa peneliti juga menganalisis kandungan mikroplastik pada air minum isi ulang di Kota Gorontalo dan teknik pengolahan air minum pada depot air minum isi ulang di Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo.

Exit mobile version