Maret
Sesi keenam Majelis Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEA) berakhir, dengan negara-negara menyetujui 15 resolusi yang dirancang untuk melindungi planet ini. Antara lain, negara-negara berjanji untuk mengendalikan polusi dari bahan kimia, memerangi penggurunan, melindungi laut, mengurangi polusi udara, dan mengelola pasokan air tawar dengan lebih baik.
Hasilnya, kata para pengamat, menunjukkan bahwa meskipun ada perpecahan geopolitik yang mendalam, negara-negara masih dapat bekerja sama di bidang lingkungan.
Sementara itu, tujuh puluh negara menyetujui seperangkat prinsip yang dirancang untuk mengurangi emisi rumah kaca yang berasal dari konstruksi dan pengoperasian bangunan. Sektor ini bertanggung jawab atas lebih dari seperlima emisi gas rumah kaca.
April
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengadakan panel yang ditugaskan untuk mengembangkan seperangkat prinsip global sukarela yang mencakup penggunaan mineral yang penting untuk teknologi energi terbarukan.
Mei
Tiongkok dan UNEP meluncurkan Dana Keanekaragaman Hayati Kunming, yang dirancang untuk mendukung proyek-proyek terkait konservasi di seluruh dunia dan mendukung implementasi Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal, kesepakatan penting tahun 2022 untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya alam.




