Tantangan-tantangan ini sering kali saling memperparah satu sama lain. Ketika ikan predator berukuran besar semakin langka, nelayan beralih menangkap spesies yang lebih kecil di tingkat rantai makanan yang lebih rendah, sehingga mengganggu jaring-jaring makanan.
Ekosistem pesisir yang rusak memberikan perlindungan yang lebih minim terhadap badai dan banjir. Suhu air yang lebih hangat mempermudah penyebaran spesies invasif, yang berdampak pada keanekaragaman hayati dan ekosistem asli. Pariwisata yang tidak bertanggung jawab menghasilkan lebih banyak sampah dan memberikan tekanan pada habitat yang rentan.
Rencana Aksi Mediterania
Untungnya, laut memiliki pahlawan. Mediterranean Action Plan (MAP) atau Rencana Aksi Mediterania dari Program Lingkungan PBB (UNEP)—yang dibentuk pada tahun 1975—merupakan inisiatif pertama sejenisnya di bawah program laut regional badan tersebut yang lebih luas, yang kini menyatukan 145 negara untuk melindungi perairan asin dunia.
Program ini:
• Mendukung kawasan konservasi laut serta rencana aksi untuk keanekaragaman hayati dan habitat yang terancam
• Mendorong pemulihan ekosistem yang rusak.
• Membantu negara-negara mengidentifikasi dan mengendalikan jalur masuk spesies invasif guna mencegah penyebarannya



