Darilaut – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau untuk mewaspadai potensi hujan lebat di awal bulan Ramadan 2026.
Dinamika atmosfer seperti Monsun Asia dan Gelombang Ekuator masih berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Indonesia.
BMKG mencatat pada periode 17 – 19 Februari 2026, adanya hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Puncak curah hujan harian pada periode ini tercatat pada kategori ekstrem, masing-masing tercatat di wilayah Sumatra Barat (176.3 mm/hari), Aceh (130.9 mm/hari), Bengkulu (129.6 mm/hari), Bali (108.5 mm/hari), dan Kalimantan Barat (90.1 mm/hari).
Menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh perubahan cepat dalam dinamika atmosfer yang menyebabkan pembentukan awan hujan yang lebih intens di beberapa daerah.
Analisis terbaru BMKG menyebutkan fenomena ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia yang membawa angin baratan yang kuat, mempercepat terbentuknya awan konvektif, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.
Di sisi lain, menurut BMKG, anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang menunjukkan nilai negatif di beberapa wilayah Indonesia mengindikasikan meluasnya tutupan awan tebal, disertai dengan peningkatan aktivitas konveksi dan gelombang atmosfer ekuator.




