Nalgae Menguat Menjadi Badai Tropis Parah di Laut Cina Selatan

Pergerakan siklon tropis Nalgae di Laut Cina Selatan. GAMBAR: HONG KONG OBSERVATORY

Darilaut – Siklon tropis Nalgae dengan nama Filipina “Paeng” kembali menguat menjadi badai tropis parah (Severe Tropical Storm) di Laut Cina Selatan, Senin (31/10).

Observatorium Hong Kong telah mengumumkan Sinyal Angin Kuat No. 3 akan berlaku setidaknya sampai Selasa (1/11) siang.

Dalam beberapa jam terakhir, kata Observatorium, Nalgae terus mendekat ke bagian utara Laut Cina Selatan.

Di bawah pengaruh gabungan Nalgae dan monsun timur laut, angin kencang diperkirakan akan terjadi secara umum di wilayah itu Senin malam dan Selasa pagi, dengan angin kencang sesekali di dataran tinggi.

Masyarakat disarankan untuk menjauh dari garis pantai dan tidak melakukan olahraga air, kata Observatorium.

Observatorium akan memantau dengan cermat pergerakan dan perkembangan siklon tropis Nalgae, dan akan menilai kebutuhan untuk mengeluarkan sinyal yang lebih tinggi.

Observatorium mengimbau agar tetap waspada dan memperhatikan informasi terbaru tentang siklon tropis tersebut.

Siklon Tropis Nalgae diperkirakan akan bergerak melintasi bagian utara Laut Cina Selatan dan mendekati pantai Guangdong dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration – PAGASA) Paeng kembali meningkat menjadi badai tropis parah pada Senin pukul 08.00, hari ini.

Intensifikasi lebih lanjut kemungkinan akan terjadi dalam 12 hingga 24 jam. Namun, tren pelemahan diperkirakan akan terjadi pada Rabu (2/11) malam atau Kamis (3/11).

Dalam buletin PAGASA yang dikeluarkan Senin pukul 17.00 siklon tropis ini diprakirakan mencapai kategori topan Senin malam ini atau Selasa dini hari.

“Setelah mencapai intensitas puncaknya, tren pelemahan diperkirakan akan terjadi pada hari Rabu,” tulis PAGASA.

Paeng masih memberikan dampak langsung pada cuaca di Filipina seperti curah hujan lebat di sejumlah wilayah yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor, terutama di daerah yang sangat rentan terhadap bahaya ini. Begitu pula dengan angin kencang dan gelombang laut.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) menginformasikan Senin pukul 15.00 kekuatan topan Nalgae menjadi siklon tropis yang berkembang ekstrem.

Topan No. 22 ini bergerak ke utara barat laut, dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot). Tekanan udara pusat 975 hPa (hektopaskal), kata JMA.

Prediksi JMA pada Selasa, kekuatan Nalgae akan menjadi angin topan yang kuat dengan tekanan tekanan udara pusat 970 hPa.

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Nalgae dapat memberikan dampak langsung pada gelombang laut dengan tinggi maksimum 7,9 meter (26 feet).

Sumber: Hong Kong Observatory (hko.gov.hk), PAGASA/Filipina, Badan Meteorologi Jepang/JMA dan Zoom.earth/JTWC

Exit mobile version