Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat Dr. Ockstan Jurike Kalesaran mengutus Dr. Reiny Tumbol yang menjemput ikan raja laut di Tiwoho untuk penanganan ikan fosil hidup tersebut.
Ikan Raja Laut ini kemudian dibawa ke Kota Manado, melalui Pantai Tiwoho, Minahasa Utara. Jarak tempuh Pulau Siladen ke Tiwoho hanya membutuhkan waktu selama 15 menit.
Luther Kampong, adik Jimbris, bersama Soni mengawal ikan itu ke Tiwoho. Tiba di pantai Tiwoho, petugas TN Bunaken sudah berada di lokasi. Petugas membawa ikan Raja laut ke kantor Balai TN Bunaken di Molas. Penanganan lanjutan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat.
Ikan purba Coelacanth ditemukan dalam keadaan mengambang di permukaan laut, panjangnya 1,14 cm dan lebar lebih dari 20 cm.
Pemandu wisata di Pulau Bunaken, Friets Pieter, mengatakan Coelacanth yang ditemukan di dekat Pulau Siladen sudah dalam keadaan mati, akan tetap tidak ada tanda-tanda luka atau bekas serangan predator di tubuhnya.
Friets mencatat temuan ikan purba Coelacanth khususnya di Taman Nasional Bunaken sudah untuk ketiga kalinya.
”Informasi 2-3 tahun lalu, nelayan menemukan ikan Coelacanth di Tagulandang (Kabupaten Kepulauan Sitaro),” ujar Friets, seraya menambahkan ikan raja laut itu dilepas kembali karena masih hidup.




