Darilaut – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo bulan Desember 2025 mengalami kenaikan 5,60 persen. Kenaikan NTP ini tertinggi tertinggi di Indonesia timur.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, NTP Gorontalo Desember 2025 sebesar 120,89 atau naik 5,60 persen dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 114,48.
Dalam Berita Resmi Statistik No. 02/01/75/Th. XX, 5 Januari 2025, menyebutkan kenaikan NTP dikarenakan It naik sebesar 6,75 persen dan Ib naik sebesar 1,09 persen.
Dari 14 provinsi bagian timur Indonesia, kata BPS Provinsi Gorontalo, terdapat sembilan provinsi mengalami kenaikan NTP dan empat provinsi mengalami penurunan NTP.
Kenaikan NTP tertinggi pada Desember 2025 terjadi di Provinsi Gorontalo yaitu sebesar 5,60 persen.
Penurunan NTP terdalam terjadi di Provinsi Sulawesi Utara yaitu sebesar 6,16 persen. Pada Desember 2025 terjadi kenaikan IKRT di Provinsi Gorontalo sebesar 1,62 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,37 persen.
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.
NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
NTP Naik
Kenaikan NTP bulan Desember 2025 dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian yang diterima petani (It) dan penurunan indeks harga barang dan jasa yang dikeluarkan rumah tangga untuk keperluan produksi (IBPPBM), meskipun indeks harga barang dan jasa untuk konsumsi(IKRT) mengalami kenaikan.
Kenaikan NTP Desember 2025 terjadi pada subsektor tanaman hortikultura sebesar 95,72 persen dan subsektor tanaman pangan sebesar 0,59 persen.
Sebaliknya, kenaikan NTP Desember terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, subsektor perkebunan, dan subsektor perikanan.
Pada Desember 2025, Indeks harga yang diterima petani (It) tercatat sebesar 150,81 atau naik 6,75 persen dibandingkan It November 2025.
Kenaikan It Desember 2025 terutama didorong oleh kenaikan It pada subsektor hortikultura sebesar 97,45 persen dan subsektor tanaman pangan sebesar 1,65 persen, subsektor peternakan sebesar 0,82 persen, dan subsektor perikanan budidaya sebesar 0,55.
Penurunan It terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,55 persen, dan subsektor perikanan tangkap sebesar 0,62 persen.
Indeks Harga
Melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
Pada Desember 2025, Indeks harga yang dibayar petani (Ib) tercatat sebesar 124,75 atau naik 1,09 persen dibandingkan Ib November 2025.
BPS Provinsi Gorontalo mengatakan kenaikan Ib terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 1,05 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,88 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,24 persen, subsektor peternakan sebesar 1,12 persen, dan subsektor perikanan sebesar 1,33 persen.
