Selasa, Oktober 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Objek Terang di Langit Lampung Sampah Antariksa

redaksi
6 April 2026
Kategori : Berita
0
Itera Identifikasi Benda Antariksa di Langit Lampung Badan Roket CZ-3B R/B Milik Tiongkok

GAMBAR: ITERA

Pada ketinggian tersebut, hambatan udara meningkat drastis dan menyebabkan objek kehilangan kecepatan serta ketinggian dengan cepat.

Proses ini memicu gesekan intens yang menghasilkan panas tinggi, sehingga benda tersebut terbakar dan terfragmentasi menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya jatuh di permukaan bumi. Kemungkinan besar pecahannya jatuh tersebar di hutan atau di laut.

Thomas menjelaskan bahwa fenomena jatuhnya sampah antariksa sebenarnya bukan hal yang langka secara global, namun kejadian yang melintas dan dapat disaksikan langsung di wilayah Indonesia tergolong jarang.

Peristiwa serupa terakhir kali terjadi pada tahun 2022, ketika objek serupa terlihat di Lampung dan jatuh di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat.

Thomas mengatakan fenomena ini pada umumnya tidak membahayakan masyarakat. Sebagian besar sampah antariksa akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi. Risiko hanya muncul jika ada bagian yang tidak terbakar sempurna dan jatuh di area permukiman, namun hingga saat ini  belum pernah terjadi di mana pun di dunia.

Penyebab utama sampah antariksa jatuh ke Bumi adalah adanya hambatan udara pada orbit rendah. Bekas roket atau satelit yang sudah tidak aktif akan mengalami perlambatan akibat interaksi dengan atmosfer, sehingga ketinggiannya terus menurun hingga akhirnya masuk ke lapisan atmosfer padat dan terbakar, kata Thomas.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINFenomena LangitItera LampungSampah Antariksa
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Itera Identifikasi Benda Antariksa di Langit Lampung Badan Roket CZ-3B R/B Milik Tiongkok

Next Post

Paus Biru Kembali Melintas di Perairan Botubarani Gorontalo

Postingan Terkait

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

13 Oktober 2026
7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

13 Oktober 2026

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Topan Koguma Sedikit Melemah di Dekat Tokyo

Next Post
Paus Biru Kembali Melintas di Perairan Botubarani Gorontalo

Paus Biru Kembali Melintas di Perairan Botubarani Gorontalo

TERBARU

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

Dua Minggu, Digagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp 102 Miliar

Hong Kong Merayakan Imlek Tahun Kuda dengan Meriah

Januari 2026 Sejumlah Wilayah Dilanda Gelombang dan Badai Musim Dingin, Dapat Berlangsung Hingga Februari

World Environment Day, Pembangunan Berkelanjutan Tak Bisa Dicapai Tanpa Perlindungan Lingkungan

WMO Perkuat Kapasitas Sistem Peringatan Dini di Indonesia dan Pasifik

Topan Noru Hari Ini Mendarat di Filipina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.