Thomas mengimbau agar masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik apabila melihat fenomena serupa di masa mendatang. Fenomena ini merupakan bagian dari dinamika aktivitas antariksa global yang dapat diamati secara ilmiah, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan literasi publik terkait sains dan keantariksaan.
Tim Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) juga telah mengidentifikasi fenomena benda jatuh yang terlihat di langit Lampung pada Sabtu (4/4) malam. Benda tersebut sampah antariksa (space debris) berupa sisa badan roket CZ-3B R/B milik Tiongkok.
Fenomena cahaya kemerahan yang disertai dentuman itu dipastikan merupakan peristiwa masuk kembali (re-entry) objek buatan ke atmosfer Bumi.
Kepala Pusat OAIL Itera, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa objek CZ-3B R/B merupakan bagian dari roket Long March 3B yang sebelumnya digunakan dalam misi peluncuran satelit oleh Tiongkok pada 23 Januari 2025.




