Darilaut – Sejumlah seniman menggelar pameran Sangkut Paut yang menampilkan karya 29 seniman peserta Residensi MTN-Lab Gorontalo 2025.
Pameran Sangkut Paut diharapkan dapat memberi kontribusi positif terhadap perkembangan seni rupa di Indonesia, serta memperkuat ekosistem seni di Gorontalo.
Pameran ini berlangsung pada 25 November–2 Desember 2025 di dua lokasi, yaitu Hartdisk Studio, Bone Bolango dan Riden Baruadi Gallery, Kota Gorontalo.
Mengusung tajuk Sangkut Paut, pameran ini dibangun dari gagasan tentang relasi yang saling mengikat: cara melihat kota, membaca ritme sosial, hingga menelusuri jejak budaya yang masih hidup hingga hari ini.
Karya yang dihadirkan merupakan hasil proses residensi selama dua pekan, yang menjadi momentum bagi para peserta untuk mempertemukan gagasan mereka dengan publik secara lebih luas.
Residensi ini memperlihatkan bagaimana gagasan tumbuh ketika praktik seni dirawat melalui kedekatan — antara seniman, kurator, ruang, dan pengalaman yang mereka temukan di Gorontalo.
Sepanjang berproses bersama selama dua minggu, 29 seniman dan 8 kurator membangun percakapan, bernegosiasi, dan mempraktikkan kolaborasi dalam menghadirkan karya serta gagasan kepada publik.
Hubungan yang terbentuk melalui kerja studio, diskusi, dan eksplorasi material menjadi pijakan penting bagi mereka dalam menemukan cara baru untuk berkarya dan mempresentasikan temuannya.




