Ini adalah kejadian pertama, dan masih banyak hal yang belum kita ketahui. Ada banyak hari yang harus dilalui dan berbagai rintangan yang mesti dihadapi selama masa inkubasi 45–60 hari.
Kondisi ombak yang berbahaya, abrasi pantai, dan risiko banjir dapat menghancurkan atau menghanyutkan sarang-sarang tersebut saat badai yang diperkirakan akan terjadi.
Tim peneliti meyakini bahwa peluang kelangsungan hidup tertinggi bagi telur-telur tersebut adalah dengan mengumpulkannya dan menetaskannya dalam perawatan manusia.
Yang tak kalah penting, ini merupakan potensi “peristiwa pendirian populasi” atau founding event. Karena penyu memiliki sifat setia pada lokasi tempat mereka menetas, sangat mungkin bahwa jika anak-anak penyu ini berhasil bertahan hidup, mereka akan kembali dalam waktu 15 tahun sebagai penyu dewasa untuk bertelur lagi.
Jika berhasil menetas, tukik (anak penyu) tersebut akan dilepaskan di pantai tempat telur-telur itu diletakkan, agar mereka dapat menempuh perjalanan melintasi pasir menuju lautan.




