Kamis, April 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Produksi Garam Rakyat Tidak Terserap Pasar

redaksi
9 November 2018
Kategori : Berita
0
Garam

Produksi garam gourmet di Bali Utara. FOTO: KEMENKO MARITIM

Buleleng – Ketua Kelompok Uyah Buleleng-Bali Wayan Kenten mengatakan, ‎ produksi garam rakyat kini banyak yang tidak terserap pasar.

Hal ini disampaikan Wayan Kenten ketika Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke Desa Pemuteran, Bali Utara, akhir Oktober lalu. Di lokasi ini tim Kemenko Bidang Maritim melihat sentra produksi garam rakyat kelompok Uyah Buleleng.

Menurut Kenten, peraturan yang ada menyebabkan pelaku usaha garam ini tidak dapat memasarkan produknya.

“Garam-garam seperti dari Kalianget, Buleleng dan Amed, sangat dikenal, tetapi kendalanya untuk kirim keluar (Bali) ada aturan harus mengandung yodium,” katanya.

Kenten mengatakan, buyer luar negeri tidak mau ada kandungan yodium pada garam produksinya. Seharusnya ini memudahkan pengiriman ke luar negeri, tetapi masih terbentur regulasi di Indonesia.

Garam yang akan dipasarkan baik tujuan domestik maupun ekspor harus beryodium. Padahal, garam ini disesuaikan dengan keinginan buyer. Kalau buyer tidak mau yodium, seharusnya tetap dapat diekspor.

Produksi garam di Desa Pemuteran menggunakan teknik rumah kaca dan seluruhnya mengandalkan tenaga manusia dan bukan mesin. Kandungan garam tidak ada yodium.

Setiap bulan produksi garam mencapai 2,5 ton dengan berbagai jenis, seperti garam piramid, coarse salt, hingga fleur de sel. Untuk menjaga kualitas, karena diminati pasar mancanegara, produk ini telah melalui uji lab Sucofindo.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: GaramKemenko MaritimPetambak Garam
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Peta Migrasi Mamalia di Laut Sawu dan Banda

Next Post

Produksi Garam Gourmet Perlu Didorong dan Dikembangkan

Postingan Terkait

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

30 April 2026
Telah Ditemukan 21 Spesies Baru Kepiting di Hutan Mangrove Timika

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

30 April 2026

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

Pengurus AMSI Kepri 2025–2028 Dilantik

Krisis Selat Hormuz, IMO: Kapal dan Pelaut Jadi Alat Tawar-Menawar

Next Post
Garam

Produksi Garam Gourmet Perlu Didorong dan Dikembangkan

Komentar tentang post

TERBARU

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

AmsiNews

REKOMENDASI

Diperingati Pertama Kali Tahun Ini, Indonesia Salah Satu yang menginisiasi Hari Danau Dunia

ISKINDO dan KEHATI Bahas Pariwisata Berkelanjutan di Raja Ampat

Nutrisi untuk Cegah Stunting Harus Jadi Perhatian

Pendanaan Iklim untuk Negara-negara Pulau Kecil

Festival Togean Dipusatkan di Pulau Papan

WHO: 30 Orang Diperkirakan Tenggelam Setiap Jam, Anak-anak Paling Berisiko

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.