UNTUK memantau kondisi terumbu karang, mangrove dan padang lamun, Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia.
Monitoring ini dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani Dekan dari enam perguruan tinggi, Senin (11/3).
Perguruan tinggi tersebut, masing-masing Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta (UBH), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Fakultas Perikanan Universitas Mataram.
“FPIK Unsrat dipercayakan untuk memantau lokasi di Raja Ampat, Papua Barat,” kata Dekan FPIK Unsrat Prof Farnis B. Boneka.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dalam kerangka program Coral Reef Rehabilitation and Management Program- Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) P2O LIPI bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sebelumnya, pada Oktober tahun lalu, bertempat di Semarang, P2O LIPI telah menetapkan empat tempat pelaksanaan uji kompetensi (TUK) sertifikasi profesi penilai ekosistem terumbu karang.
Empat tempat uji komptensi ini berada di tiga perguruan tinggi dan satu satu unit kerja LIPI. Masing-masing, FPIK Undip, FPIK Unsrat, FIKP Umrah dan Loka Pengembangan Kompetensi Sumberdaya Manusia Oseanografi di Pulau Pari Jakarta.
Kompetensi tersebut masih dalam kerangka program COREMAP-CTI-P2O yang bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini untuk melakukan monitoring ekosistem terumbu karang. Selain itu, mempersiapkan sumberdaya manusia dari perguruan tinggi agar kompeten sebagai penilai kondisi ekosistem terumbu karang.*
