Darilaut – Kemunculan paus biru (Balaenoptera musculus) di zona interaksi hiu paus perairan Botubarani, Gorontalo, Teluk Tomini, pada Rabu (22/10) pagi, membuat sejumlah orang terkejut.
Rabu pukul 07.14 Wita, paus biru itu berenang dari dekat rumpon, zona interaksi hiu paus, dan mendekati tubir karang sembari mengeluarkan “suara yang keras,” kata Ewin Latief, salah satu pilot drone di Botubarani.
“Saya sementara makan nasi kuning di pantai, kaget mendengar suara yang cukup keras di pinggir pantai.”
Dalam publikasi Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS atau US National Oceanic and Atmospheric Administration’s (NOAA) Fisheries, yang diterbitkan 28 September 2023, paus biru dapat mengeluarkan serangkaian denyut, erangan, dan rintihan.
Dalam kondisi oseanografi yang tepat, kata NOAA Fisheries, suara yang dipancarkan oleh paus biru diperkirakan dapat didengar oleh paus lain hingga 1.600 kilometer jauhnya.
Para ilmuwan menduga mereka menggunakan vokalisasi ini untuk berkomunikasi dan—bersama dengan pendengaran mereka yang luar biasa—mungkin untuk menavigasi kedalaman laut yang gelap dengan sonar.
Paus biru biasanya berenang dengan kecepatan sekitar 8 kilometer per jam saat mencari makan dan bermigrasi, tetapi dapat berakselerasi hingga lebih dari 32 kilometer per jam untuk waktu-waktu singkat.




