Darilaut – Kerongkongan dan tenggorokan paus bungkuk (humpback whale) terlalu kecil untuk dilewati orang dewasa.
Belum lama ini, dikabarkan, seorang nelayan penangkap lobster dikabarkan hampir saja ditelan seekor paus bungkuk dan kemudian dimuntahkan.
Kejadian ini dialami nelayan bernama Michael Packard (56 tahun) di lepas pantai Cape Cod, Jumat (11/6). Packard saat kejadian berada di kedalaman 14 meter.
Setelah mengalami peristiwa tersebut Packard menjalani perawatan intensif karena mengalami cedera pada kaki.
Whale Scientists, kelompok ilmuwan paus melalui akun Twitter @whalescientists menjelaskan bahwa paus bungkuk tidak akan pernah bisa menelan seorang pria secara utuh.
Untuk alasan yang sederhana, menurut Whale Scientists, tenggorokan (throat) dan kerongkongan (esophagus) paus bungkuk terlalu kecil untuk dilewati orang dewasa.
Esophagus adalah saluran napas atau tenggorokan, dan jalan makanan dari mulut ke perut. Tenggorok adalah bagian saluran napas atas antara laring dan percabangan bronkus.
Kejadian yang hampir serupa pernah diberitakan pada Maret 2019. Seorang fotografer dan operator selam di Afrika Selatan bernama Rainer Schimpf (51 tahun) masuk dalam mulut paus bryde.
Peristiwa menghebohkan ini terjadi ketika tim Rainer akan mengambil momen migrasi ikan sardin dan biota laut lainnya di Port Elizabeth Harbour, Afrika Selatan.
Mamalia laut seperti paus bukan pemangsa manusia di lautan. Begitu pula dengan paus bryde yang masuk dalam keluarga paus balin (baleen). Paus jenis ini hanya memiliki kerongkongan (tenggorokan) yang relatif kecil dan tanpa gigi.
Model kerongkongan ini hanya untuk memangsa biota laut yang kecil seperti krill, copepoda, kepiting merah, udang, serta jenis ikan herring, mackerel, pilchards dan sarden.
