Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Paus Minke Antartika (Balaenoptera bonaerensis). FOTO: NORBERT WU/NATUREPL.COM

Darilaut – Hingga kini belum ada data atau informasi mengenai populasi Paus Minke Antartika (Balaenoptera bonaerensis).

Spesies ini dilindungi, namun terus diburu oleh Jepang dengan alasan “penelitian dan izin ilmiah”.

Paus Pembunuh (Orcinus orca) adalah predator alami Paus Minke Antartika. Ancaman lain karena terjerat alat tangkap ikan (tangkapan samping), tabrakan fatal dengan kapal, polusi, penurunan habitat, dan persaingan antropogenik untuk sumber daya.

Di Indonesia Balaenoptera  bonaerensis termasukspesies yang dilindungi. Cetacea ini hidup di perairan kutub hingga tropis di belahan bumi selatan.

Di Indonesia paus ini ditemukan di perairan Laut Sawu, menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI nomor 66, tanggal 29 Oktober 2025,.

Paus minke antartika mirip dengan paus minke. Tubuhnya berwarna abu-abu tua di bagian punggung dengan bagian perut pucat.

Salah satu ciri yang membedakan paus ini dengan paus minke adalah paus ini tidak memiliki bercak putih pada siripnya.

Paus jantan dewasa dapat mencapai panjang maksimum 9,63 m, sedangkan paus betina dapat mencapai panjang maksimum 10,22 m.

Paus minke antartika memiliki moncong runcing, sirip punggung berbentuk kait dan terletak sekitar 2/3 panjang tubuh dari depan.

Pelat balin berwarna hitam pada sisi kiri, sedangkan pelat balin sisanya berwarna putih.

Menurut Sealifebase.se, makanan utamanya adalah krill di lepas pantai; dan mangsa lainnya seperti amfipoda dan ikan. Spesies mangsanya bervariasi secara geografis.

Balaenoptera bonaerensis dengan nama Inggris Antarctic Minke Whale, masuk lamoiran I CITES 2024.

Menurut Gbif.org, aktivitas tahunan Paus Minke Antartika terutama terkait dengan migrasi antara tempat makan musim panas dan tempat berkembang biak, melahirkan, dan pengasuhan di musim dingin.

Pola migrasinya kurang diketahui, dan tampaknya mengikuti siklus migrasi musiman yang khas dari wilayah musim panas lintang tinggi ke wilayah musim dingin lintang rendah.

Paus Minke Antartika mungkin merupakan spesies rorqual yang paling menyukai es, dan survei helikopter telah melaporkan keberadaannya sejauh 350 km di selatan tepi lapisan es selama musim panas di belahan bumi selatan.

Paus Minke Antartika dapat berfungsi sebagai spesies kunci dalam ekosistem lapisan es di sekitar Antartika.

Status dan konservasi spesies ini diklasifikasikan sebagai Kurang Data pada Daftar Merah IUCN. Klasifikasi IUCN ini didasarkan pada ketidakpastian seputar penyebab penurunan populasi Paus Minke Antartika.

Exit mobile version