Pelajar Dulamayo Selatan Antusias Mengikuti Sekolah Alam yang Difasilitasi Mahasiswa KKD UMGo

Sekolah Alam di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. FOTO: KKD UMGo Dulamayo Selatan

Darilaut – Sejumlah pelajar dan anak-anak di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, sangat antusias mengikuti Sekolah Alam yang difasilitasi Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo).

Peserta diajak menjelajahi lingkungan sekitar, mengenal berbagai jenis pohon beserta fungsi dan sebutan dalam bahasa lokal.

Selain itu, anak-anak memperoleh pembekalan cara mengamati keragaman burung, hingga mempelajari ekosistem sungai yang menjadi sumber air utama bagi warga desa. Kegiatan juga diselingi dengan games-games menarik bagi anak-anak.

Kegiatan bertajuk Sekolah Alam yang digelar di Dusun Bayade, tepatnya di camp site- Bohulo camp, berlangsung pada Rabu (13/8/2025),  Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program mahasiswa KKD UMGo di Dulamayo Selatan, bekerja sama dengan Bohulo Camp.

Peserta berasal dari Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Telaga, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satap, serta anak-anak setempat.

Dr. Terri Repi, dosen Manajemen Sumber Daya Hayati UMGo sekaligus pembimbing lapangan yang menjadi narasumber kegiatan, menjelaskan pentingnya mengenalkan alam sejak dini kepada generasi muda.

“Masa depan Desa Dulamayo Selatan ada di tangan mereka. Karena itu, sejak kecil mereka harus diperkenalkan dengan lingkungannya agar tumbuh rasa cinta dan kesadaran untuk menjaganya,” ujarnya.

Terri mengatakan Dulamayo Selatan berada di Sub-DAS (Daerah Aliran Sungai) Bolango dan menjadi wilayah hulu yang memiliki peran vital sebagai penyangga bagi desa-desa di wilayah hilir.

Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah Universitas Muhammadiyah Gorontalo menggelar Sekolah Alam di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. FOTO: KKD UMGo Dulamayo Selatan

“Kelestarian di sini akan menentukan ketersediaan air dan keberlanjutan lingkungan di daerah hilir,” kata Terri.

Sementara itu, Koordinator KKD, Suryansyah Zess, menyampaikan bahwa Sekolah Alam dirancang dengan suasana riang gembira agar anak-anak dapat belajar tanpa tekanan.

“Kami ingin memberikan pembelajaran alternatif di mana mereka bermain sambil belajar langsung dari lingkungan desanya,” katanya.

Sebagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Rahmat Mulyanto Yamin dari Bohulo camp mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran anak akan lingkungan sekitarnya.

“Sangat penting untuk mengenalkan anak-anak dengan lingkungan sekitarnya, apalagi mereka tinggal di daerah ini, sehingga mereka bisa merasa lebih dekat dan menjaga lingkungan mereka,” ujar Rahmat.

Exit mobile version