Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan puncak El Niño akan terjadi bulan Desember 2026.
Saat ini suhu permukaan laut lebih tinggi dibandingkan tahun 2023, ketika peristiwa El Niño yang kuat juga sedang berkembang.
Meningkatnya panas di lautan menimbulkan kekhawatiran bagi sektor perikanan. Risiko terjadinya gelombang panas laut (marine heatwaves) dan pemutihan karang yang parah memicu kekhawatiran, tidak hanya terkait dampak lingkungan, tetapi juga dampaknya terhadap pendapatan masyarakat nelayan dan industri perikanan secara lebih luas.
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem dengan keanekaragaman hayati tertinggi dan nilai ekonomi terbesar di Bumi. Namun ekosistem ini menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat perubahan iklim yang dipicu oleh aktivitas manusia.
Peningkatan suhu permukaan laut (Sea Surface Temperatures/SST) selama gelombang panas laut—terutama yang berkaitan dengan peristiwa El Niño–Southern Oscillation (ENSO)—menyebabkan pemutihan karang massal. Kondisi ini mengganggu hubungan simbiosis antara karang dan alga simbionnya (Symbiodiniaceae).
Gelombang panas laut yang dikaitkan dengan peristiwa ENSO merupakan pemicu utama pemutihan karang massal (mass coral bleaching) yang mengancam ekosistem terumbu karang secara global.



