Pengujian pada sel baterai Li/LiFePO₄ menunjukkan separator ini mampu mempertahankan kapasitas pelepasan sebesar 142 mAh/g yang stabil selama 120 siklus pengisian-pengosongan, lebih baik dibandingkan separator komersial.
Selain menggunakan kitin dari cangkang rajungan, kami juga mengembangkan separator baterai dari material selulosa asetat yang menunjukkan kinerja lebih baik. Dengan menggunakan limbah cangkang rajungan, kami memberikan nilai tambah pada limbah laut sekaligus menciptakan produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, kata Nasir.
Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Langmuir pada 2025 dengan judul “Electrospun Poly(vinyl Alcohol)/Chitin Nanofiber Membrane as a Sustainable Lithium-Ion Battery Separator”.



