Sabtu, Mei 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

2010, Ikan Raja Laut Coelacanth Ditemukan di Biak-Papua

redaksi
14 November 2018
Kategori : Berita
0
Ikan raja laut

Ikan coelacanth terekam ROV (Remotely Operated Vehicle) robot bawah air tim Aquamarine Fukushima di perairan Biak, Papua (November 2010). DINOFISH.COM/ P2O LIPI

SETELAH ikan coelacanth diidentifikasi dari perairan Raja Ampat, tercatat sudah dua kali temuan spesies ini di Papua.

Pada 2010, Tim Aquamarine Fukushima dipimpin Iwata Masamitsu bekerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) berhasil menemukan ikan raja laut Coelacanth di perairan Biak. Sebelumnya, ikan raja laut ini ditemukan di perairan Manado Tua dan Teluk Manado.

Menurut ahli kelautan Dr Anugerah Nontji (2009, 2017), tim Aquamarine Fukushima dan LIPI berhasil merekam dua ekor ikan purba ini di perairan sebelah tenggara Pulau Biak, Papua, pada November 2010. Ikan coelacanth terekam dengan ROV (Remotely Operated Vehicle) atau robot bawah air.

Mulanya ikan coelacanth dipercaya hanya sebagai ikan purba yang hidup pada kala Devonian (sekitar 400 juta tahun lalu) atau lebih tua dari Dinosaurus yang muncul di bumi pada kala Triassic (sekitar 200 juta tahun lalu).

Diperkirakan ikan coelacanth ini punah sekitar 80 juta tahun lalu. Ini diketahui dari jejak hidupnya yang terekam berupa fossil-fossil purba.

Tahun 1938 dunia digemparkan dengan ditemukannya seekor ikan coelacanth di perairan Afrika Selatan, di lepas pantai Sungai Chalumna. Ikan fossil hidup ini dinamai Latimeria chalumnae, sebagai penghargaan pada penemunya Marjorie Courtenay-Latimer dan lokasi ditemukannya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: CoelacanthIkan raja lautP2O LIPI
Bagikan18Tweet7KirimKirim
Previous Post

KKP Pastikan Coelacanth Raja Ampat New Population

Next Post

Temuan Ikan Purba Coelacanth untuk Tingkatkan Perlindungan Habitat di Raja Ampat

Postingan Terkait

Ancaman Sampah Laut: Perubahan Perilaku dan Penyakit Aneh

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

15 Mei 2026
Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

15 Mei 2026

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Next Post
Raja Ampat

Temuan Ikan Purba Coelacanth untuk Tingkatkan Perlindungan Habitat di Raja Ampat

Komentar tentang post

TERBARU

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

AmsiNews

REKOMENDASI

Besok UNG Menggelar Seminar Nasional Tentang Pemilu

Egek, Cara Masyarakat Malaumkarta Kabupaten Sorong Menjaga dan Memanfaatkan Sumber Daya Laut

Gubernur Diminta Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca

Jokowi, G20 dan Menteri Berani

Topan Yagi Menewaskan 12 Orang di Filipina

Bibit Siklon Tropis Bergerak di Utara Timur Laut Jayapura

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.