Darilaut – Di dunia medis salah satu yang dapat membantu mempercepat penyembuhan luka bakar dengan menggunakan enzim bromelain. Bahan enzim ini ada di semua bagian tanaman nanas, serta kombinasi biota laut.
Peneliti Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Nur Ain Thomas (ketua), Mohamad Aprianto Paneo, Faradila Ratu Cindana Mo’o, Lisa Efriani Puluhulawa, dan Multiani S. Latif, mengembangkan terapi luka bakar alami dengan menggunakan kombinasi bromelain dalam gel alginat-kitosan
Hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar dari kombinasi enzim bromelain dengan alginat-kitosan sebagai alternatif pengobatan luka bakar. Terutama dalam mempercepat proses penyembuhan luka derajat dua.
Gel ini tidak hanya aman digunakan, tetapi juga terjangkau dan mudah diproduksi secara massal.
Dengan temuan ini, peneliti mengharapkan dapat membuka peluang baru dalam dunia pengobatan luka bakar, memberikan solusi yang lebih efektif, cepat, dan alami bagi pasien. Kondisi ini terutama di negara berkembang yang sering menghadapi tantangan dalam penyediaan obat-obatan medis yang mahal dan sulit diakses.
Luka Bakar
Luka bakar adalah salah satu jenis cedera yang dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, hingga kelalaian dalam kegiatan rumah tangga.
Di banyak negara berkembang, luka bakar menjadi salah satu masalah kesehatan yang masih cukup sering terjadi. Luka bakar dapat dibagi menjadi beberapa derajat, dari yang ringan hingga sangat parah, tergantung pada kedalaman dan luas area yang terbakar.
Luka bakar yang parah, yang mencapai lapisan dermis atau lebih dalam, sering kali memerlukan intervensi medis yang lebih kompleks dan pengobatan jangka panjang untuk mencegah infeksi dan merangsang proses penyembuhan alami tubuh.
Enzim Bromelain Tanaman Nanas
Salah satu bahan alami yang sedang diperkenalkan dalam dunia medis untuk membantu mempercepat penyembuhan luka bakar adalah enzim bromelain.
Enzim ini dapat ditemukan di semua bagian tanaman nanas, seperti daging buah, batang, dan daun.
Bromelain memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, serta dapat merangsang regenerasi sel yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka.
Penelitian terbaru, bromelain digunakan dalam kombinasi dengan alginat dan kitosan dalam bentuk hidrogel untuk mempercepat penyembuhan luka bakar.
Gel berbasis alginat dan kitosan ini memiliki sifat bio-kompatibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan medis. Alginat, yang diperoleh dari rumput laut, memiliki kemampuan untuk membentuk gel yang dapat menjaga kelembaban pada luka, mempercepat pembentukan jaringan baru, dan mempercepat proses penyembuhan.
Kitosan, yang diperoleh dari cangkang udang atau krustasea lainnya, diketahui memiliki sifat antimikroba dan dapat membantu melindungi luka dari infeksi. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan dapat memberikan efek yang optimal dalam penyembuhan luka bakar.
Dalam penelitian ini, gel alginat-kitosan dengan tambahan enzim bromelain diuji pada mencit putih jantan (Mus musculus) dengan luka bakar derajat dua, yang merupakan luka bakar yang mengenai lapisan epidermis dan dermis tetapi belum sampai ke lapisan jaringan lebih dalam.
Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan lima kelompok perlakuan, yaitu tiga kelompok perlakuan dengan konsentrasi bromelain yang berbeda (F1: 0,1%, F2: 0,5%, dan F3: 1%), satu kelompok kontrol positif menggunakan gel Bioplacenton®, dan satu kelompok kontrol negatif yang hanya menggunakan gel alginat-kitosan tanpa bahan aktif.
Uji Fisik dan Efektivitas
Tahap pertama penelitian, dilakukan uji fisik terhadap gel yang diformulasikan. Beberapa parameter yang diuji antara lain adalah uji organoleptik untuk menilai warna, bau, dan tekstur gel, uji viskositas untuk mengukur kekentalan gel, uji pH untuk memastikan kestabilan pH yang aman bagi kulit, serta uji daya sebar, daya rekat, dan homogenitas gel.
Hasil uji fisik menunjukkan bahwa semua formula gel memenuhi kriteria yang diharapkan dan aman digunakan untuk aplikasi pada luka bakar.
Selanjutnya, pada uji efektivitas in vivo, ditemukan bahwa formula F3 (dengan konsentrasi bromelain 1%) memberikan hasil yang paling optimal dalam mempercepat penyembuhan luka bakar.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelompok yang diberi perlakuan F3 memiliki waktu penyembuhan luka yang lebih cepat dibandingkan dengan kelompok kontrol, dengan nilai p < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara perlakuan dan kontrol.
Bromelain pada gel ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan pada luka, mempercepat proses pengelupasan jaringan mati, dan merangsang pembentukan jaringan baru yang sehat.
Selain itu, sifat antimikroba dari kitosan juga berperan penting dalam mencegah infeksi pada luka bakar, yang sering kali menjadi masalah besar pada proses penyembuhan luka bakar.
Ke depan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan bromelain dalam kombinasi dengan bahan lainnya untuk menangani luka bakar dengan derajat lebih parah, serta untuk menilai efek jangka panjang penggunaan gel ini pada penyembuhan luka bakar yang lebih kompleks.
