Senin, Juni 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tim UNG Kembangkan Limbah Kulit Nanas Pembasmi Jentik Nyamuk Penyebab DBD

redaksi
17 Februari 2025
Kategori : Berita, Kesehatan
0
Tim UNG Kembangkan Limbah Kulit Nanas Pembasmi Jentik Nyamuk Penyebab DBD

Tim Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memanfaatkan limbah kulit nanas (Ananas comosus) untuk dijadikan pembasmi jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Tim Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sedang mengembangkan limbah kulit nanas (Ananas comosus) untuk dijadikan pembasmi jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Produk yang disebut Aqola Bomb telah diperkenalkan saat sosialisasi dan launching di Desa Langge, Kecamatan Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Aqola Bomb hadir sebagai alternatif larvasida alami yang aman bagi lingkungan dan memiliki efektivitas tinggi dalam membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi vektor utama penyebaran DBD.

Inovasi ini hasil riset tim Farmasi FOK UNG yang didampingi Apt. Dizky Ramadani Putri Papeo, M.S.Farm.

Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, mengatakan, Aqola Bomb adalah solusi ramah lingkungan dan efektif dalam menekan penyebaran DBD.

Dengan memanfaatkan limbah kulit nanas, “kita tidak hanya mengurangi sampah organik tetapi juga menciptakan produk yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Hartono.

Setelah launching dan sosialisasi diharapkan produk ini dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga bisa digunakan secara luas di berbagai daerah rawan DBD.

Hartono juga menyampaikan pentingnya inovasi berbasis bahan alami dalam mengatasi permasalahan kesehatan di masyarakat.

Menurut Tim Farmasi FOK UNG ekstrak kulit nanas mengandung senyawa aktif yang mampu menghambat pertumbuhan jentik nyamuk secara signifikan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Aedes aegyptiDr. Hartono HadjaratiFakultas Olahraga dan Kesehatan UNGFarmasiNyamukUNGUniversitas Negeri Gorontalo
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 93W Berkembang Dekat Natuna

Next Post

Kecerdasan Buatan di Jalur Ramah Lingkungan

Postingan Terkait

Ikan Napoleon

Kapal Pengawas Orca 04 Tangkap Kapal Asing Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon di Laut Sulawesi

7 Juni 2026
Guterres: Terumbu Karang Sekarat, Stok Ikan Runtuh dan Permukaan Laut Naik

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

7 Juni 2026

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Next Post
PBB Meluncurkan Prinsip Global untuk Integritas Informasi

Kecerdasan Buatan di Jalur Ramah Lingkungan

TERBARU

Kapal Pengawas Orca 04 Tangkap Kapal Asing Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon di Laut Sulawesi

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

Cuaca Esktrem, Banjir Melanda Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur

Tahun 1988 Harga Tuna Sirip Kuning Rp 600 Per Kilogram, Kini Rp 58 Ribu

Mahasiswa KKN UNG-UGM Desa Olimoo’o Menggelar Kuliner Olahan Hasil Perikanan

Banjir Menggenangi Kapuas Hulu dan Labuhanbatu Utara

Tahun 2025 Polda Gorontalo Tangani 3 Kasus Bom Ikan

Pemungutan Suara Ulang, Ratusan Pemilih Mendatangi TPS 02 Desa Tuladenggi Kabupaten Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.